Upaya penanganan bencana di Sumatera bakal mendapat suntikan tenaga baru. Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, mengumumkan rencana penambahan personel militer untuk fase rekonstruksi dan rehabilitasi pasca-bencana. Saat ini, jumlah anggota TNI yang diterjunkan sudah mencapai 36.636 orang.
Rencana ini disampaikan Agus dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat lalu.
"Penambahan personel nantinya akan datang dari Batalyon Zeni, Yonzipur, dan tenaga kesehatan," jelasnya.
Mereka tak sekadar datang. Tugasnya di lapangan cukup beragam dan vital. Mulai dari hal teknis seperti pemasangan jembatan darurat, sampai hal yang lebih manusiawi: memulihkan permukiman warga yang porak-poranda.
"Mereka akan turun tangan memasang jembatan bailey, membangun hunian sementara dan permanen," ujar Agus. "Lalu, membersihkan sisa-sisa lumpur dan kayu, menormalkan jalan, serta tentu saja melanjutkan distribusi logistik yang masih sangat dibutuhkan."
Di sisi lain, perhatian juga diberikan pada aspek kesehatan dan pemulihan mental korban. TNI akan memperkuat dukungan di bidang ini. Personel mereka tak cuma urus luka fisik, tapi juga ikut membantu proses penyembuhan trauma psikologis.
"Kami juga fokus pada proses kesehatan, melakukan trauma healing, dan penyiapan air bersih," tambah Agus.
Ia juga menyebut soal distribusi hasil bumi dari daerah terdampak, yang menurutnya sudah mencapai 52 ton sayur dan cabai dikirim ke Medan dan Halim. "Layanan medis untuk warga juga tetap kami jalankan," katanya.
Soal dukungan logistik, TNI juga mengerahkan kekuatan alat utamanya. Ada 84 unit alutsista yang disiagakan. Mereka akan terus bekerja, menjalankan misi pengiriman bantuan lewat udara.
"Dukungan logistik dengan cara air landing dan air drop akan terus berlangsung setiap hari," pungkas Panglima TNI menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Arus Balik Penduduk: Makassar Alami Migrasi Keluar Tertinggi, Gowa dan Maros Jadi Tujuan Utama
Juru Parkir di Makassar Viral Minta Tarif Rp20.000, Polisi Amankan Pelaku
Akun Instagram Ahmad Dhani Diduga Diretas, Munculkan Promo Emas dan iPhone dengan Harga Tak Wajar
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Kompolnas Jadi Lembaga Independen Pengawas Polri