Di sisi lain, Soenako juga mempertanyakan kewibawaan Prabowo sebagai pemimpin negara. Bahkan, dia sampai menggunakan perumpamaan yang cukup tajam: “katak dalam tempurung”. Istilah itu menggambarkan seorang pemimpin yang dianggapnya tak peka, hidup dalam dunianya sendiri dan mengabaikan realita di luar.
Tambahan kritiknya itu semakin melengkapi gambaran ketidakpuasannya.
Reaksi pun berembus kencang, terutama di dunia maya. Sebagian melihat ini sebagai cermin kekecewaan kalangan elite militer lama terhadap jalannya pemerintahan sekarang. Namun begitu, tak sedikit yang menilai pernyataan Soenako ini terlalu mengedepankan emosi, kurang disertai data atau bukti yang konkret.
Hingga saat ini, suasana dari Istana Kepresidenan masih senyap. Belum ada tanggapan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Prabowo maupun stafnya mengenai kritikan pedas dari sang mantan jenderal tersebut. Situasinya masih ditunggu-tunggu.
Artikel Terkait
Rindu yang Tertinggal di Stasiun Bandung
Tembak-Menembak di Yahukimo, Sopir Pikap Nyaris Jadi Sasaran
AS dan Iran Siap Berunding di Istanbul di Tengah Ketegangan yang Meningkat
Bencana 2026: Alarm Terakhir untuk Pendidikan Ekologi