Kodim Yahukimo Gelar Penyuluhan HIV/AIDS untuk Prajurit dan Keluarga
Upaya pencegahan HIV/AIDS terus digencarkan di berbagai lini, tak terkecuali di lingkungan militer. Di Yahukimo, Papua, Kodim 1715 baru saja menggelar sosialisasi bahaya penyakit ini beserta Infeksi Menular Seksual (IMS). Sasaran utamanya jelas: para prajurit dan keluarga mereka yang tergabung dalam Persit.
Acara itu digelar di Aula Lobby Makodim, Desa Dekai, pada Kamis lalu. Ruangan itu dipenuhi peserta yang tampak antusias mendengarkan paparan dari narasumber.
Hadir langsung dalam kesempatan itu, Komandan Kodim 1715/Yahukimo Letkol Inf Didiet Trilaksono. Ia didampingi sang istri, Ny. Indah Didiet Trilaksono, selaku Ketua Persit setempat. Kehadiran mereka berdua menegaskan betapa seriusnya institusi ini menangani persoalan kesehatan yang satu ini.
Dalam sambutannya, Dandim tak bertele-tele. Ia menekankan bahwa penyuluhan semacam ini adalah langkah preventif yang mutlak diperlukan. Tujuannya sederhana tapi krusial: melindungi prajurit dan keluarganya dari ancaman yang seringkali tak terlihat.
"Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat penting sebagai bekal pengetahuan bagi prajurit dan keluarga," tegas Letkol Didiet.
Lebih dari sekadar pemahaman, ia mengajak semua yang hadir untuk benar-benar menerapkan pola hidup sehat. Menjauhi perilaku berisiko tinggi, menurutnya, harus jadi komitmen. Disiplin dan ketahanan keluarga disebutnya sebagai benteng utama untuk mencegah penyebaran.
Nah, untuk urusan materi teknis, Kodim menghadirkan pemateri dari RSUD Dekai, dr. April, Sp.PD. Dengan gamblang, dokter April memaparkan bagaimana virus HIV bekerja. Intinya, virus ini menyerang sistem imun, membuat tubuh lemah dan tak berdaya melawan infeksi lain.
Lalu, bagaimana penularannya? dr. April menyoroti beberapa perilaku berisiko. Berganti-ganti pasangan seksual, katanya, adalah salah satu jalur utama. Begitu pula dengan penggunaan jarum suntik tidak steril.
Di sisi lain, ia juga memberikan sejumlah solusi pencegahan yang praktis. Bagi yang belum menikah, menunda hubungan seksual adalah pilihan bijak. Bagi yang sudah, kesetiaan pada satu pasangan adalah kunci. Penggunaan kondom pada hubungan berisiko dan menghindari berbagi jarum suntik juga sangat ditekankan.
Tak lupa, ia menganjurkan pemeriksaan kesehatan berkala. "Deteksi dini itu penting," ujarnya. Dengan begitu, jika ada sesuatu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Pada akhirnya, kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah wujud nyata komitmen Kodim 1715/Yahukimo mendukung program nasional penanggulangan HIV/AIDS. Mereka ingin prajurit dan keluarganya tak hanya kuat secara fisik, tapi juga terlindungi dari ancaman kesehatan yang bisa merusak masa depan.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu