Di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Senin lalu, suasana tampak khidmat. Di situlah Gusti Kanjeng Ratu Hayu resmi dilantik memimpin Gerakan Pramuka DIY untuk lima tahun ke depan. Momentum ini tak cuma seremonial belaka. DPRD DIY, lewat ketuanya Nuryadi, justru melihatnya sebagai peluang. Mereka menekankan, peran Pramuka buat bentengi karakter generasi muda sekarang ini kian penting dan mendesak.
Nuryadi sendiri tak hadir secara fisik, tapi pesannya jelas terbaca dalam keterangan tertulis. Menurut dia, tantangan sosial yang menghadang anak muda zaman now memang berat. Makanya, butuh wadah yang bisa membentuk integritas dan jiwa kebangsaan dengan cara yang tepat.
“Gerakan Pramuka punya posisi strategis untuk menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan, dan gotong royong. Saya harap kepengurusan baru ini bisa menghadirkan program yang adaptif, tapi tetap berpegang pada nilai Pancasila dan Dasa Darma Pramuka,”
Harapannya sih sederhana: kepengurusan yang baru ini nantinya bisa jadi mitra strategis. Bukan cuma untuk dunia pendidikan, tapi juga untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan di Yogyakarta.
Acara pelantikannya sendiri dipimpin langsung oleh Budi Waseso, Ketua Kwartir Nasional. Dia yang melantik seluruh jajaran, mulai dari Majelis Pembimbing Daerah, pengurus Kwarda, sampai Lembaga Pemeriksa Keuangan untuk periode 2025–2030.
Nah, yang bikin momen ini makin bermakna adalah kehadiran Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah, Sultan turut menyaksikan dan mengukuhkan seluruh pengurus.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Pramuka harus jadi ruang pendidikan karakter yang inspiratif. “Adaptif dan relevan dengan perkembangan generasi muda,” begitu kira-kira pesannya.
Di sisi lain, Sultan juga menyoroti soal tata kelola yang bersih. Akuntabilitas publik, lewat peran Lembaga Pemeriksa Keuangan, dia anggap krusial. Tujuannya jelas: memastikan setiap program dan penggunaan dana organisasi benar-benar memberikan manfaat nyata buat masyarakat luas. Jadi, bukan cuma soal program yang kekinian, tapi juga tentang kepercayaan.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu