Di sisi lain, coba kita pikirkan. Banyak sekali hal di alam semesta ini yang tak tercantum secara eksplisit. Bukankah begitu? Al-Qur'an fokus pada pelajaran yang bermakna bagi manusia, tentang penciptaan, keesaan Allah, dan kisah-kisah umat terdahulu yang penuh hikmah. Keberadaan dinosaurus, meski menarik secara sains, mungkin tidak termasuk dalam koridor tujuan utama diturunkannya wahyu.
Menurut Ustadz Ammi, ini bukan soal diakui atau tidaknya keberadaan mereka. Justru, diamnya Al-Qur'an tentang suatu hal bukanlah penyangkalan. Bisa jadi itu adalah bagian dari kebijaksanaan. Alam semesta ini luas, dan banyak misteri yang Allah simpan. Adanya fosil dan bukti arkeologi justru mengajak kita untuk berpikir, merenungi kebesaran-Nya yang menciptakan beragam makhluk dalam rentang waktu yang sangat panjang.
Jadi, kesimpulannya, ketiadaan cerita dinosaurus dalam teks keagamaan bukanlah suatu masalah. Ia justru mengingatkan kita tentang hakikat dan fungsi Al-Qur'an itu sendiri. Penjelasan lengkapnya bisa disimak langsung dari penuturan beliau.
Artikel Terkait
Generasi Layar: Saat Ponsel Menggerogoti Kemampuan Fokus Anak Muda
Mobil Terbakar Hebat di Jagorawi, Lalu Lintas Malam Terkunci
Bocah dengan Laptop Pecah Ditemukan Sendirian di Sleman
Dokumen Epstein Ungkap Transaksi Properti Trump dan Kaitan dengan Pengusaha Indonesia