“Nanti kita dengar dulu pendapat saksi-saksi ahli, baru kalau memang perlu pendalaman lagi, kita panggil lagi,” jelasnya.
Sebelumnya, temuan lain yang cukup mengejutkan datang dari Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. Dia menyebut, di ruko itu sama sekali tidak ada SOP untuk menyimpan barang-barang yang mudah terbakar. Padahal, lokasi itu digunakan untuk menyimpan banyak baterai.
“Hasil penyelidikan kami menemukan fakta bahwa tidak ada SOP terkait dengan penyimpanan baterai mudah terbakar,” kata Susatyo pada Jumat (12/12).
Lebih parah lagi, semua jenis baterai yang rusak, bekas, maupun yang masih bagus disimpan jadi satu. Ruang penyimpanannya pun sangat sempit, cuma sekitar 2x2 meter. Ruangan itu juga tidak punya ventilasi yang memadai dan sama sekali tidak tahan api.
Yang bikin situasi semakin riskan, sebuah generator atau genset yang berpotensi memancarkan panas, ditempatkan di area yang sama. Gabungan faktor-faktor itulah yang diduga kuat memicu tragedi maut tersebut.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral