“Di bagian dunia tertentu air sangat susah. Air sangat susah,” katanya, dengan penekanan. “Negara-negara banyak yang hancur karena nggak ada air kita air berlimpah, bahkan kadang-kadang menjadi musibah bagi kita.”
Namun begitu, Prabowo tak menampik realita pahit yang juga terjadi. Bencana alam belakangan ini memang meninggalkan jejak kerusakan yang nyata di sektor pertanian. Puluhan ribu hektare sawah dilaporkan tak bisa berproduksi.
“Memang dilaporkan Kalau tidak salah ada beberapa puluh ribu sawah yang rusak? 70 ribu ya?” tanyanya, seakan menyaring ingatan. “Semuanya di tiga provinsi 70 ribu hektare yang rusak.”
Meski mengakui kerusakan itu, ia cepat menambahkan bahwa pemerintah tak tinggal diam. Langkah antisipasi sudah disiapkan untuk menutup celah produksi yang hilang. “Kita akan kembalikan segera tapi kita sudah punya antisipasi,” tandasnya, menutup pernyataannya dengan nada percaya diri.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral