Polemik soal ijazah Presiden Joko Widodo yang sudah berlangsung setahun lebih, akhirnya mendapat respons langsung dari yang bersangkutan. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Jokowi berjanji akan menunjukkan keaslian dokumen pendidikannya itu. Namun, bukan di ruang publik. Dia memilih forum yang menurutnya paling tepat: pengadilan.
"Ya, itu forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya dan saya bawa," ujar mantan Wali Kota Solo itu.
Pernyataan itu disampaikannya dari kediamannya di Solo, Selasa malam lalu. Jokowi tak memandang sederhana kegaduhan yang terjadi. Menurutnya, ini bukan cuma soal tudingan liar. Ada agenda besar di baliknya, katanya. Itulah sebabnya dia memilih diam dan menunggu saat yang tepat untuk bertindak.
Dia berharap, dengan membawa persoalan ini ke ranah hukum, bisa jadi pelajaran bagi banyak orang. "Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang," tegasnya.
Kalau tidak ditangani serius, Jokowi khawatir kasus serupa akan terulang. Bisa menimpa siapa saja. "Ya kan bisa terjadi tidak hanya kepada saya, bisa ke yang lain. Bisa ke menteri, bisa ke presiden yang lain, bisa ke gubernur, bupati, wali kota, semuanya dengan tuduhan asal-asalan," imbuhnya.
Namun begitu, rencana Jokowi itu justru dipertanyakan oleh salah satu pihak yang dilaporkan. Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa dokter Tifa, meragukan niatan tersebut. Melalui akun X-nya, tersangka dalam kasus ini menyebut bahwa ijazah Jokowi sebenarnya sudah ada di Polda Metro Jaya.
"Sebelum menjawab pertanyaan penyidik, saya memastikan, menurut penuturan Pemeriksaan juga, bahwa Ijazah Joko Widodo ada di Polda Metro Jaya," tulis Tifa.
Dia menjelaskan, ijazah itu disita saat dirinya diperiksa sebagai tersangka pada 13 November lalu. Dokumen itu langsung dibawa ke Polda. "Itu adalah Ijazah yang dinyatakan oleh Joko Widodo sendiri, di tanggal 25 Juli 2025 ketika ybs diperiksa oleh Polda Metro Jaya di Solo, dengan alasan sakit," sambungnya.
Lalu, kalau ijazahnya sudah ada di kepolisian, yang mana lagi yang mau dibawa ke pengadilan? Tifa menyindir. "Ijazah bikinan mana lagi yang mau dibawa? Pasar Pramuka? Pasar Terban? Atau pasar yang lain?" tanyanya.
Di sisi lain, proses hukum terus berjalan. Polda Metro Jaya kini bersiap menggelar perkara khusus atas kasus ini. Jadwalnya sudah ditetapkan, Senin depan. Ini merupakan permintaan dari kubu Roy Suryo dan kawan-kawan yang kini berstatus tersangka.
"Diagendakan hari Senin, tanggal 15 Desember 2025 sekira pukul 10.00 akan dilaksanakan gelar perkara khusus atas permintaan tersangka Roy Suryo dan kawan-kawan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Sabtu lalu.
Nantinya, gelar perkara ini bakal melibatkan sejumlah pihak eksternal. Sebut saja Kompolnas dan Ombudsman RI. Dari internal, ada perwakilan Irwasum, Propam, dan Divkum. Ini kali kedua permintaan serupa diajukan. Sebelumnya, gelar perkara di Bareskrim Polri dinilai tidak memuaskan oleh kubu Roy Suryo.
Kasus ini sendiri menjerat delapan tersangka, dibagi dalam dua klaster. Klaster pertama ada lima nama: Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Sementara klaster kedua adalah Roy Suryo, Rismon, dan dokter Tifa.
Kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, menegaskan pentingnya gelar perkara ini. "Kami juga kembali mengirimkan permohonan gelar perkara khusus yang hari ini kami serahkan kembali ke Wassidik," ucapnya di Mapolda Metro Jaya. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan semangat perbaikan institusi Polri.
Polda pun meminta ruang. "Kita beri ruang teman-teman penyidik untuk bisa melaksanakan fokus kepada gelar perkara khusus dulu," pinta Budi Hermanto. Setelah tahap ini selesai, pemeriksaan akan dilanjutkan ke saksi ahli, baru kemudian ke lima tersangka lainnya. Prosesnya masih panjang, tampaknya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu