Soal bencana ini, Bahlil mendorong para kadernya untuk lebih proaktif. Dia ingin mereka yang berada di posisi strategis itu memikirkan langkah-langkah mitigasi jauh sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Intinya, antisipasi.
Dia bahkan memperingatkan dengan nada serius. Jangan sampai semua baru bergerak kalau musibah sudah terlanjur datang. Itu namanya telat, dan situasinya bisa runyam.
"Kalau baru bertindak setelah bencana, ya bisa kewalahan kita," kata Bahlil.
Dia lalu menggambarkannya dengan analogi yang mudah dicerna. "Jangan sampai sudah hujan baru kita semua kelabakan. Jadi ini sebelum hujan kita siapkan payung," tegasnya.
Artikel Terkait
Dua Jenderal Puncak China Diselidiki, Isu Kebocoran Data Nuklir Menggantung
Kontroversi Eggi Sudjana: Pecat Kawan, Lapor Lawan
Bimbingan Perkawinan KUA: Bekal atau Sekadar Formalitas?
Amien Rais Soroti Perpecahan Umat dan Ancaman Munafik di Silaturahmi Bogor