Soal bencana ini, Bahlil mendorong para kadernya untuk lebih proaktif. Dia ingin mereka yang berada di posisi strategis itu memikirkan langkah-langkah mitigasi jauh sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Intinya, antisipasi.
Dia bahkan memperingatkan dengan nada serius. Jangan sampai semua baru bergerak kalau musibah sudah terlanjur datang. Itu namanya telat, dan situasinya bisa runyam.
"Kalau baru bertindak setelah bencana, ya bisa kewalahan kita," kata Bahlil.
Dia lalu menggambarkannya dengan analogi yang mudah dicerna. "Jangan sampai sudah hujan baru kita semua kelabakan. Jadi ini sebelum hujan kita siapkan payung," tegasnya.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral