Sutradara Game of Thrones Garap Film Epik Sang Pedang Allah

- Rabu, 10 Desember 2025 | 11:00 WIB
Sutradara Game of Thrones Garap Film Epik Sang Pedang Allah

Dunia Arab sedang bersiap untuk meluncurkan salah satu proyek film paling ambisius yang pernah ada. Sorotannya tertuju pada Alik Sakharov, sutradara papan atas yang karyanya di serial seperti Game of Thrones dan The Sopranos sudah tak diragukan lagi. Kini, ia mengalihkan perhatiannya pada sosok legendaris: Khalid ibn Al-Walid.

Meski namanya sangat besar dalam sejarah Islam, kisah hidup sang jenderal yang dijuluki "Pedang Allah" itu belum pernah diangkat dalam skala epik untuk penonton global. Nah, itulah yang hendak diubah Sakharov lewat film berjudul "The Unbroken Sword".

Film biografi ini berjanji menampilkan kebangkitan Khalid ibn Al-Walid, termasuk kepemimpinan briliannya dalam Pertempuran Yarmouk. Pertempuran itu sendiri adalah momen penting, benturan dahsyat antara pasukan Islam dan Kekaisaran Romawi yang mengubah peta sejarah.

Pengumuman resminya datang dari Turki Al Sheikh, Ketua Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi. Ia mengonfirmasinya saat berkunjung ke Studio Qiddiya dan Al-Hosn, tempat mega-produksi ini digarap.

Al-Hosn Studios, atau AlHisn Big Time Studios, yang terletak di Riyadh ini bukan main-main. Fasilitasnya disebut-sebut sebagai yang terbesar dan tercanggih di kawasan Timur Tengah. Bayangkan saja, kompleks seluas 300.000 meter persegi dengan tujuh gedung studio berteknologi tinggi, plus fasilitas produksi dan pascaproduksi terpadu. Semua dirancang untuk mendukung karya-karya bertaraf internasional.

Bagaimana Semua Ini Bermula?

Kisah awal keterlibatan Sakharov sendiri cukup menarik. Menurut Turki Al Sheikh, mereka pertama kali bertemu sekitar satu setengah tahun silam. Meski punya portofolio gemilang di dunia televisi, sutradara itu ternyata belum mengenal sosok Khalid ibn Al-Walid.

Setelah diberi sejumlah materi sejarah oleh Al Sheikh, reaksi Sakharov ternyata di luar dugaan.

Hanya dalam tiga hari, ia menghubungi Al Sheikh. Sakharov mengaku sangat terpukul dengan kisah tersebut, bahkan sampai sulit tidur. Rasa kagum itu berubah jadi keinginan kuat untuk mewujudkannya di layar lebar.

Komitmennya pun nyata. Sakharov rela pindah dari New York dan menetap penuh di lokasi produksi di Arab Saudi selama enam bulan terakhir. Itu semua demi proyek ini.

Skala yang Sungguh Luar Biasa

Ambisi film ini benar-benar terlihat dari persiapannya. Lebih dari seribu pedang dibuat khusus. Tak cuma itu, untuk menciptakan latar yang autentik, tim produksi menanam lebih dari 3.000 pohon. Proyek ini juga jadi wadah kolaborasi antara keahlian internasional dan talenta lokal Saudi, sebuah model yang diharapkan bisa mengembangkan industri film di Kerajaan untuk jangka panjang.

The Unbroken Sword adalah bagian dari Big Time Fund, sebuah inisiatif yang mencakup 27 film. Pengambilan gambarnya berpusat di Al-Hosn Studios Riyadh yang megah. Fakta bahwa fasilitas seluas itu dibangun hanya dalam 120 hari menunjukkan betapa seriusnya Arab Saudi ingin menjadikan Riyadh sebagai tujuan produksi film kelas dunia.

Tak heran jika banyak yang sudah menyebut film ini sebagai produksi terbesar dan paling canggih secara teknis sepanjang sejarah Arab Saudi. Rilis teater globalnya sendiri ditargetkan pada 2027.

Di Balik Layar

Film epik ini tak hanya mengandalkan Sakharov. Produser yang terlibat adalah Richard Sharkey, nama yang familiar lewat House of the Dragon dan waralaba The Lord of the Rings.

Sharkey sendiri menyebut proyek ini sebagai sebuah "terobosan".

"Skala dan ambisi di Kota Qiddiya tak tertandingi. Menjadi produksi pertama di PlayMaker Studios merupakan suatu kehormatan yang luar biasa," ujarnya.

Pada akhirnya, The Unbroken Sword lebih dari sekadar film. Ia berpotensi menjadi perpaduan menarik antara kekuatan penceritaan ala Hollywood dan narasi sejarah Islam yang epik. Bisa jadi, inilah salah satu film penentu dalam satu dekade terakhir.

Siapa Alik Sakharov?

Bagi yang belum tahu, Alik Sakharov adalah sutradara dan sinematografer pemenang Emmy. Gaya visualnya banyak membentuk serial televisi bergengsi. Ia menyutradarai 8 episode Game of Thrones, terlibat di 38 episode The Sopranos, dan meraih Emmy untuk sinematografi di serial Rome. Karya-karya lainnya seperti Ozark, House of Cards, dan Marco Polo juga memperkuat reputasinya sebagai kreator papan atas.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler