Janji Manis WO, Ratusan Pasangan Terancam Pesta Pernikahan Berantakan

- Selasa, 09 Desember 2025 | 16:30 WIB
Janji Manis WO, Ratusan Pasangan Terancam Pesta Pernikahan Berantakan

Rasa cemas kini menyelimuti Fadil dan Lulu, pasangan yang tengah mempersiapkan hari bahagianya. Resepsi pernikahan mereka yang dijadwalkan 13 Desember 2025 mendadak terancam berantakan. Penyebabnya, Wedding Organizer (WO) By Ayu Puspita yang mereka percayai justru dilaporkan atas dugaan penipuan. Padahal, awalnya segalanya terlihat begitu sempurna.

Fadil mengungkap alasan mereka memilih WO tersebut. Selain iming-iming free honeymoon ke Bali, mereka juga mendapat testimoni langsung dari keluarga yang pernah menggunakan jasanya. Hal itu membuat mereka yakin semuanya akan berjalan lancar.

“Karena pertama, sebelumnya kan dia punya dua wedding namanya Madelief dan By ya. Kakak saya tahun lalu tuh pakai Madelief. Itu masih aman di situ, belum ada masalah apa-apa. Soal testimoni kan langsung dari keluarga ya, berarti aman lah, enggak nyangka bakal kayak gini gitu,” ujar Fadil di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (9/12).
“Kita dapat free honeymoon ke Bali, Kak. Dan juga free-free yang lain tuh masih banyak banget,” sambung Lulu.

Namun begitu, benih kecurigaan mulai tumbuh. Iklan promo dari WO itu muncul terlalu sering, bahkan terasa tidak wajar. Lulu menceritakan, promonya seolah tak pernah berhenti.

“Dan juga tuh kalau mereka tuh ngadain promo tuh enggak cuma bulan-bulan tertentu. Jadi kadang setiap minggu pun mereka ngadain promo. Kadang misalnya hari Jumat, ada promo Jumat Berkah gitu,” katanya.

Fadil punya firasat lain. “Cuma yang agak curiga tuh yang setiap per payment-an lah itu,” ujarnya. Meski hati sudah was-was, mereka tetap terburu-buru membayar setiap kali ada promo yang ditawarkan. Mereka takut ketinggalan.

“Kita jadi langsung payment,” kata Lulu.
“Butuh cepat pokoknya nanti ada promo apa, mesti dua hari atau satu hari mesti dibayar gitu,” Fadil menambahkan.

Alhasil, total uang yang sudah dikeluarkan mencapai angka yang fantastis: Rp 100 juta. “Kita udah masuk full payment seratus juta,” ucap Fadil. Kecurigaan itu akhirnya memuncak berkat media sosial.

Mereka melihat video viral di TikTok tentang katering yang mangkir di acara pernikahan klien WO yang sama. Langsung saja, hati mereka berdebar-debar.

“Jadi ceritanya gini, kita ngelihat dari TikTok-TikTok ya yang lagi beredar viral pada saat ini, katanya katering-katering, enggak datang gitu ya. Nah, kita langsung khawatir. Kita langsung nyusulin ke kantornya,” tutur Lulu.

Sayangnya, yang mereka temui hanyalah kantor kosong. “Itu keadaan udah kosong, udah nggak ada apa-apa lagi. Cuma ada satpamnya aja udah,” kenang Fadil. Mereka pun berusaha melapor, tapi sempat ditolak di beberapa kantor polisi karena status mereka yang dianggap ‘belum jadi korban’.

Hari ini, keduanya akhirnya bisa menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Metro Jakarta Utara. Menurut Lulu, laporan mereka sebelumnya mungkin tenggelam karena jumlah pengaduan yang begitu banyak. “Kemarin kita sudah sempat ngelapor, tapi belum ada tindakan sama sekali karena mungkin banyak ya yang ngelapor, ada 200 lebih ya?” ujarnya.

Di sisi lain, polisi telah mengungkap modus operandi yang digunakan tersangka. Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, menjelaskan bahwa Ayu Puspita dan kawan-kawannya menjerat korban dengan iming-iming paket pernikahan murah meriah.

“Ya, itu promo-promo itu yang juga merupakan salah satu modus yang dilakukan oleh tersangka juga,” ujar Onkoseno.

Sayangnya, semua janji manis itu tinggal janji. Promo yang menggoda itu pada kenyataannya tak pernah direalisasikan. Ratusan pasangan, termasuk Fadil dan Lulu, kini harus berjuang menyelamatkan hari bahagia mereka yang nyaris sirna.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar