Di ruang pertemuan sebuah hotel di Surabaya, Sabtu lalu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan sebuah pesan penting. Kemandirian daerah, menurutnya, sangat bergantung pada satu hal: tata kelola BUMD yang profesional. Kenapa? Karena dengan pengelolaan yang baik, Badan Usaha Milik Daerah itu bisa menjadi penyangga utama Pendapatan Asli Daerah.
“Target Presiden jelas, kita harus jadi negara maju dalam 20 tahun,” ujar Bima.
Suaranya tegas di hadapan para peserta Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Nasional.
“Syaratnya, pertumbuhan ekonomi harus double digit. Selama sepuluh tahun berturut-turut. Double digit, itu kuncinya.”
Target yang ambisius itu, tentu saja, butuh langkah nyata. Pemerintah saat ini fesif mendorong efektivitas BUMD. Salah satu ikhtiarnya adalah dengan membentuk Ditjen BUMD di Kemendagri. Harapannya, dengan adanya direktorat jenderal baru, pengawasan dan pembinaan bisa lebih akuntabel. Tata kelola yang baik pun bisa terpacu.
Namun begitu, Bima menekankan bahwa kerja sama juga krusial. Sinergi antara BUMD dan pemerintah daerah mutlak diperlukan. Mulai dari koordinasi yang lebih optimal, peningkatan kualitas pelayanan, sampai penyempurnaan regulasi agar tidak tumpang-tindih. Semua ini, pada akhirnya, bertujuan untuk menguatkan perekonomian nasional. Agar Indonesia bisa terhindar dari jebakan pendapatan menengah yang sudah lama mengintai.
“Karena itu, saya kira Perpamsi harus berada dalam frekuensi yang sama. Membangun sinergi dengan Kemendagri. Dan yang tak kalah penting, internal harus solid,” imbuhnya.
Di sisi lain, Bima menyambut baik usulan yang berkembang. Banyak pihak mendorong agar Perpamsi tak hanya fokus pada air minum, tapi juga merambah sanitasi dan persampahan. Ekspansi layanan itu terdengar menarik.
Tapi dia mengingatkan sesuatu.
Sebelum melebarkan sayap, soliditas internal organisasi harus diperkuat dulu. Tanpa pondasi yang kokoh, sebuah organisasi akan sulit berkembang pesat. Energinya justru bisa habis untuk urusan internal.
“Lihat saja di banyak tempat, bahkan di partai politik sekalipun. Energi banyak dihemat untuk fokus pada program kerja. Saya kira Perpamsi juga harus begitu. Harus solid, kompak, guyub. Supaya energinya tidak terbuang percuma,” tandas Bima.
Acara yang digelar di Wyndham Hotel Surabaya itu juga dihadiri sejumlah tokoh. Antara lain anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin dan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, yang juga mantan Ketua Umum Perpamsi. Kehadiran mereka menandakan betapa seriusnya pembahasan soal BUMD dan masa depan daerah ini.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu