Usai mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin lalu, Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan sebuah rencana jangka panjang. Ia bakal menyiapkan sebuah ekosistem riset yang khusus dirancang untuk menampung para lulusan SMA Garuda.
Bagi yang belum familiar, SMA Garuda adalah sekolah asrama yang punya fokus kuat pada sains dan teknologi. Kurikulumnya memang berat, disusun untuk mempersiapkan siswanya melanjutkan pendidikan di universitas-universitas top dunia.
Arif menyebutkan, fokus utama sekolah tersebut adalah pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
“Sudah saya sampaikan juga kepada Bapak Presiden bahwa dalam jangka panjang BRIN akan mempersiapkan ekosistem riset dan inovasi untuk menampung para lulusan yang berasal dari SMA Garuda,”
kata Arif, memberi penekanan pada komitmennya.
Ia melanjutkan, persiapan ini harus dimulai dari sekarang. BRIN berniat melengkapi diri dengan peralatan canggih dan menciptakan lingkungan yang kondusif. Tujuannya jelas: agar ketika para lulusan itu pulang ke Indonesia, mereka punya wadah untuk berkarya.
“Sehingga mereka ketika pulang ke Indonesia ini memiliki kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi untuk menghasilkan inovasi untuk bangsa kita,”
tandasnya. Harapannya, sebagian dari mereka mau bergabung ke BRIN.
Jadi, intinya BRIN tidak ingin kehilangan talenta-talenta terbaik ini. Mereka dipersiapkan dari sekarang, agar nanti ada 'rumah' yang tepat untuk menampung ide-ide brilian mereka bagi kemajuan Indonesia.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu