Evaluasi Kinerja Polri: Tantangan Ditreskrim, Kapolres, dan Kapolsek
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menggelar rapat kerja bersama Komisi III DPR RI untuk membahas program kerja dan evaluasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Rapat ini juga mengangkat berbagai persoalan internal yang sedang dihadapi oleh institusi Polri.
Kinerja Direktorat Reserse Kriminal yang Perlu Perhatian
Dalam paparannya, Dedi Prasetyo menyoroti performa sejumlah Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) di tingkat kepolisian daerah yang dinilai belum optimal. Dari total 47 Ditreskrim yang menjadi fokus evaluasi, sebanyak 15 di antaranya tercatat underperform atau berkinerja di bawah standar.
Menyikapi hal ini, jenderal bintang tiga itu menyatakan bahwa Polri telah melakukan serangkaian perbaikan. Langkah perbaikan mencakup aspek meritokrasi dan peningkatan kualitas pendidikan. Dedi menekankan bahwa perbaikan di bidang rekrutmen merupakan hal yang paling krusial. Proses rekrutmen dan pendidikan yang baik diyakini akan menghasilkan anggota kepolisian yang berkualitas dan berkinerja unggul.
Tantangan Kinerja di Tingkat Kapolres dan Kapolsek
Evaluasi kinerja tidak hanya berhenti di Ditreskrim. Dedi Prasetyo juga membeberkan fakta mengenai kinerja Kapolres dan Kapolsek yang masih menjadi perhatian. Berdasarkan hasil asesmen internal Polri, ditemukan sejumlah Kapolres yang kinerjanya kurang memuaskan.
Lebih detail, dari 4.340 Kapolsek yang dinilai, angka yang cukup mencengangkan terungkap: 67 persen di antaranya berada dalam kategori underperform. Salah satu akar masalah yang diidentifikasi adalah proses penunjukan yang dinilai belum tepat. Hampir setengah atau sekitar 50 persen dari posisi Kapolsek saat ini dijabat oleh perwira lulusan PAG (Perwira Alih Golongan).
Pada tingkat Kapolres, dari 440 Kapolres yang telah menjalani asesmen, 36 orang di antaranya juga tercatat underperform. Temuan ini menjadi catatan penting bagi pimpinan Polri untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan yang komprehensif, tidak hanya di tingkat Reskrim tetapi juga di seluruh lini kepemimpinan Polri.