Gubernur DKI Pramono Anung Tegaskan Perizinan Rumah Ibadah Tak Boleh Ditahan

- Minggu, 16 November 2025 | 13:48 WIB
Gubernur DKI Pramono Anung Tegaskan Perizinan Rumah Ibadah Tak Boleh Ditahan
Gubernur DKI Tegaskan Perizinan Rumah Ibadah Tak Boleh Ditahan Jika Syarat Terpenuhi

Pemprov DKI Jakarta Pertegas Komitmen Perizinan Rumah Ibadah yang Adil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara tegas menyatakan bahwa proses perizinan pembangunan rumah ibadah tidak boleh lagi mengalami penahanan apabila seluruh persyaratan administratif dan teknis telah dipenuhi secara lengkap. Pernyataan ini disampaikannya secara langsung dalam sebuah acara peresmian.

Pernyataan tegas Gubernur Pramono Anung tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian hasil renovasi Gedung Gereja Huria Kristen Indonesia atau HKI yang berlokasi di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara. Acara peresmian ini dihadiri oleh jemaat dan pengurus gereja.

Dalam sambutannya, Pramono Anung menekankan komitmen pribadinya sebagai pemimpin bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Ia menyatakan prinsip pemerintahannya adalah untuk menjadi gubernur bagi semua pemeluk agama yang ada di Ibu Kota. Komitmen ini, menurutnya, akan diwujudkan dengan konsistensi dalam setiap kebijakan dan tindakan.

Lebih lanjut, Gubernur memerintahkan seluruh jajaran pemerintah di bawahnya untuk memastikan bahwa mekanisme perizinan berjalan dengan prinsip keadilan dan transparansi yang tinggi. Ia menegaskan bahwa aspek pelayanan dan keadilan bagi seluruh umat beragama merupakan prioritas utama dalam kepemimpinannya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga menyoroti sejarah panjang Gereja HKI Tanjung Priok yang telah berdiri dan berkiprah selama lebih dari lima dekade. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jemaat, pengelola gereja, dan para donatur yang telah menunjukkan komitmen nyata dengan melakukan usaha renovasi secara swadaya.

Keberadaan rumah ibadah ini, menurut Pramono Anung, merupakan cerminan nyata dari nilai solidaritas dan semangat kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk dan multikultural. Ia berharap, dengan selesainya renovasi ini, gereja dapat semakin optimal dalam memberikan pelayanan spiritual dan sosial, khususnya bagi warga dan para pekerja yang berada di kawasan Tanjung Priok dan sekitarnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar