35 Tahun Persahabatan Harry Tjahjono dan Rano Karno Terungkap dalam Malam Nostalgia

- Senin, 08 Desember 2025 | 19:40 WIB
35 Tahun Persahabatan Harry Tjahjono dan Rano Karno Terungkap dalam Malam Nostalgia

Kisah 35 Tahun Persahabatan Harry Tjahjono dan Rano Karno Terkuak dalam Peluncuran Memoar

Suasana di Perpustakaan Jakarta, Cikini, Jumat malam lalu (5/12), terasa hangat dan penuh nostalgia. Acara peluncuran memoar Harry Tjahjono, Dari Selamat Tinggal Duka sampai Si Doel Anak Sekolahan, ternyata lebih dari sekadar seremoni buku. Momen itu justru mengungkap kedekatan luar biasa antara sang penulis dengan Rano Karno, persahabatan yang sudah berjalan selama tiga setengah dekade.

Rano Karno sendiri hadir di sana, ditemani sederet pemain legendaris Si Doel Anak Sekolahan. Kehadiran "Bang Doel" itu seolah membawa kembali kenangan masa kejayaan sinetron fenomenal tersebut. Harry Tjahjono pun lantas bercerita. Ia membuka kisah di balik lahirnya karya-karyanya, terutama Si Doel, yang menurutnya tak lepas dari peran vital Rano.

“Jadi, pak Rano Karno ini menghidupkan bener-bener. Si Doel Anak Sekolahan di layar kaca ini memang dia yang menghidupkan. Saya itu cuma standar saja, dalam dunia kata-kata saja,” ujar Harry di hadapan tamu undangan.

Memang, kolaborasi mereka bukan hal baru. Semuanya berawal dari novel Selamat Tinggal Duka di tahun 1980, yang diadaptasi menjadi film oleh ayah Rano, almarhum Sukarno M. Noor. Dari situlah benih persahabatan itu tumbuh. Lalu merambat hingga ke proyek Si Doel di tahun 1994, mengikat tidak hanya mereka berdua, tapi juga seluruh pemainnya bagai sebuah keluarga besar.

Rano Karno, yang kini menjabat Wakil Gubernur DKI, mengakui betapa lamanya ikatan itu. Rasanya seperti baru kemarin.

“Tidak sangka mungkin persahabatan saya dengan Mas Harry dan semua keluarga Si Doel ini sudah hampir 35 tahun,” katanya.

Namun begitu, ada cerita lucu di balik buku memoar ini. Harry ternyata sempat meminta testimoni singkat kepada Rano. Permintaan yang justru membuat Rano kebingungan.

“Sebelum mas Harry bikin memoar ini, dia minta izin kepada saya untuk memberikan testimoni. Cuma dia bilang, 'Bang, testimoninya pendek pendek aja.' Saya bilang, 'Bagaimana saya bisa membuat testimoni yang pendek, sementara pertemanan saya dengan beliau ini cukup panjang?' Cukup lama sekali,” ungkap Rano sambil tertawa.

Lewat buku itulah, Harry mengabadikan seluruh perjalanan panjang mereka. Dan bagi Rano, peluncuran memoar ini adalah cara untuk berbagi cerita dengan para penggemar setia.

“Jadi artinya, malam ini mas Harry mengeluarkan buku memoar ini mudah-mudahan ini bisa menjadi catatan bacaan mungkin bagi penggemar Si Doel, ya. Bagaimana proses cerita itu dibuat,” harap Rano.

Malam itu bukan sekadar peluncuran buku. Lebih dari itu, ia adalah perayaan atas sebuah ikatan yang langka di dunia hiburan. Persahabatan yang bertahan, dari era Selamat Tinggal Duka hingga kini, tetap hidup dan berwarna.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar