Setelah ramai kritik terhadap dokter dan tenaga kesehatan yang berkomentar sinis kepada pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan, keluarga almarhum akhirnya angkat bicara. Adik Yurizal, Maulidya Yusthika Chaerani, merespons permintaan maaf yang disampaikan oleh tenaga kesehatan Widhiyarini Pangestika.
Melalui kolom komentar di Threads, Maulidya menyampaikan apresiasinya atas itikad baik Widhiyarini yang meminta maaf secara terbuka. "Waalaikumussalam, hallo ka @widhiyarini saya adiknya almarhum @yurizaltrich dan segenap keluarga berterima kasih sudah memberikan itikad baiknya, ya ka," tulis Maulidya, Rabu (5/8/2026).
Meski demikian, Maulidya mengaku tidak bisa menyembunyikan rasa sedih dan marah saat membaca komentar yang sebelumnya ditujukan kepada kakaknya. "Saya harap kakak (widhiyarini) ke depannya lebih wise lagi dan saring dari segala apa yang kakak ucap. Jujur kak, saya sedih banget dan marah melihat komentar kakak," lanjutnya.
Namun, keluarga memilih untuk tidak larut dalam kemarahan. Maulidya mengatakan, mereka tidak ingin almarhum semakin bersedih jika polemik ini terus berlarut-larut. "Tapi kami gak mau almarhum malah tambah sedih kalau kami makin terpuruk. Semoga kakak sehat selalu dan Allah selalu ngelindungi kakak, yaa," ujarnya.
Di akhir pesannya, Maulidya juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan hujatan terhadap Widhiyarini meski komentar tenaga kesehatan tersebut sempat memicu kemarahan publik. "Untuk teman-teman yang lain, sudah, ya, kakak-kakak jangan menghujat kakak ini lagi," tutupnya.
Widhiyarini Mengaku Bersalah
Sebelumnya, Widhiyarini Pangestika menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah komentarnya kepada Yurizal viral di media sosial. Dia mengakui komentarnya tidak mencerminkan etika, empati, maupun profesionalisme sebagai tenaga kesehatan. Widhiyarini juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata, baik di dunia nyata maupun media sosial.
Selain Widhiyarini, permintaan maaf juga telah disampaikan oleh dr Benny Christian Sihombing dan dr Elda Putri Rahardini yang sama-sama menjadi sorotan publik karena komentar mereka terhadap unggahan Yurizal.
Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal yang mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap sebagai pasien BPJS Kesehatan. Setelah unggahan tersebut viral, sejumlah komentar dari akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan justru menuai kecaman karena dianggap tidak berempati. Polemik semakin membesar setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Artikel Terkait
NasDem Desak Sanksi Tegas untuk Nakes yang Hina Pasien BPJS
Nakes Diduga Hina Pasien BPJS, Komisi IX Minta Sanksi
Staf RSUD Tasikmalaya Hina Pasien BPJS, Netizen Geram
Pasien BPJS Meninggal Usai Curhat di Medsos, Komentar Nakes Tuai Kecaman