Sakit Tenggorokan Anaknya Tampak Biasa, Ternyata Bakteri Ini Ancam Jantung

- Senin, 02 Februari 2026 | 18:42 WIB
Sakit Tenggorokan Anaknya Tampak Biasa, Ternyata Bakteri Ini Ancam Jantung

Banyak orang tua menganggap radang tenggorokan pada anak cuma penyakit ringan. Tapi, pengalaman Hiu Theresa sama sekali berbeda. Ibu tiga anak ini justru mendapat pelajaran berharga yang tak akan ia lupakan. Semua berawal dari keluhan sakit tenggorokan anak bungsunya, yang tampak biasa, tapi kemudian berubah jadi kondisi serius yang mengancam jantung.

Dari Keluhan Sakit Tenggorokan ke Tanda-tanda Aneh

Ceritanya dimulai saat anaknya mengeluh tenggorokannya sakit sekali. Seperti kebanyakan ibu, Theresa menduga itu radang biasa. Ia coba obati dengan ramuan herbal dan minyak esensial. Tiga hari kemudian, keluhannya memang hilang. Si kecil terlihat sehat lagi dan makan dengan lahap.

“Awalnya dia sempat bilang, ‘Mami tenggorokan aku tuh kalau gak salah sakit banget,’ yasudah berarti kan kita mikirnya radang ya yang namanya sakit tenggorokan,”

begitu Theresa bercerita dalam wawancara dengan kumparanMOM.

Namun begitu, beberapa hari berselang, muncul hal-hal yang bikin Theresa curiga. Ada sariawan kecil di ujung bibir anaknya. Lalu, si anak mulai mengeluh kakinya sakit dan badannya pegal-pegal saat bangun tidur. Anehnya, tidak ada demam. Karena masih terlihat aktif, Theresa pun mengizinkannya berangkat sekolah.

Tapi keluhan itu makin menjadi. Kakinya terasa nyeri dan tampak agak bengkak. Duduk lama lalu berdiri jadi hal yang menyiksa. Bahkan di sekolah, ia harus istirahat di UKS karena badan terasa tidak enak.

Malamnya, Theresa melihat biduran di kaki anaknya. Ia mengira itu cuma alergi biasa. Kekhawatiran benar-benar memuncak ketika ia menemani anak tidur. Jari-jari tangan si kecil membengkak, terutama di bagian ruas-ruasnya. Saat itulah Theresa memutuskan untuk buru-buru pergi ke IGD.

Kecurigaan Dokter dan Bakteri yang Mengancam

Di IGD, Theresa masih yakin itu alergi. Tapi hasil tes darah berkata lain. Tidak ada tanda alergi atau infeksi virus. Yang muncul justru indikasi infeksi bakteri, walau kadarnya masih rendah.

Dokter jaga kemudian menyampaikan kecurigaannya: kemungkinan ini infeksi bakteri streptococcus. Nama itu terdengar asing di telinga Theresa. Tapi penjelasan dokter membuatnya ciut. Bakteri ini, kata dokter, bisa menyerang jantung dan ginjal kalau terlambat ditangani. Anaknya langsung dirawat inap dan menjalani tes ASTO untuk memastikan.


Halaman:

Komentar