3. Pengaruh Iklan Coca-Cola yang Melegenda
Nah, ini teori yang cukup mengejutkan. Ternyata, iklan minuman bersoda di era 1930-an punya andil besar mempopulerkan warna merah-hijau sebagai paduan khas Natal. Arielle Eckstut, penulis The Secret Language of Color, menyebut kampanye Coca-Cola sebagai pemicunya.
Kala itu, Coca-Cola mempekerjakan ilustrator Haddon Sundblom untuk menggambar Sinterklas. Visualnya terinspirasi dari puisi “A Visit from St. Nicholas”. Sundblom menciptakan Sinterklas gemuk, berjanggut putih, dengan kostum merah terang yang kontras dengan latar pohon Natal hijau.
Gambar itu sukses besar. Citra Sinterklas berkostum merah di samping pohon hijau akhirnya melekat kuat di benak banyak orang selama puluhan tahun.
4. Sederhana, Karena Memang Serasi Dipandang
Penjelasan lain datang dari teori warna dasar. Dalam roda warna, merah dan hijau ternyata saling berseberangan. Posisi ini menjadikan mereka pasangan komplementer saling menguatkan dan menonjolkan saat dipadukan.
“Keajaiban dari hijau dan merah adalah masing-masing warna mengamplifikasi satu sama lain,” jelas Lori Sawaya.
Itu sebabnya, kombinasi keduanya terasa begitu hidup dan nyaman dilihat mata. Secara alami, pandangan kita langsung tertarik. Jadi, selain karena sejarah dan tradisi, mungkin juga memang sudah dari sananya: merah dan hijau memang diciptakan untuk tampil bersama.
Artikel Terkait
Riset Ungkap Manfaat Rutin Minum Teh di Pagi Hari untuk Energi dan Kesehatan Jantung
VISION+ Hadirkan Ratusan Microdrama dengan Konflik Padat dan Durasi Singkat
Sidang Perceraian Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa Lanjut ke Mediasi
Pemerintah Alokasikan Rp15,32 Triliun untuk KIP Kuliah 2026, Targetkan Jangkau Lebih dari Satu Juta Mahasiswa