Biodiesel B40 Sukses Tekan Impor Solar, Giliran E20 untuk Hentikan Ketergantungan Bensin?

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:36 WIB
Biodiesel B40 Sukses Tekan Impor Solar, Giliran E20 untuk Hentikan Ketergantungan Bensin?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan keberhasilan program biodiesel dalam mengurangi ketergantungan impor BBM solar Indonesia. Program campuran CPO dengan solar ini terbukti efektif menekan angka impor solar nasional.

Program biodiesel B40 yang saat ini berjalan telah berhasil menurunkan volume impor solar menjadi hanya 4,9 juta kiloliter per tahun. "Solar kita sekarang, kita impor tinggal 4,9 juta kiloliter per tahun. Kenapa ini terjadi? Karena kita itu mampu melakukan transformasi ke biodiesel," jelas Bahlil dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia.

Konsumsi BBM solar nasional mencapai 34-35 juta kiloliter per tahun. Berkat program biodiesel, kebutuhan impor berhasil ditekan secara signifikan. Rencananya, program ini akan ditingkatkan menjadi B50 pada tahun 2026 untuk semakin memaksimalkan penghematan devisa negara.

Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi tantangan besar dalam mengurangi impor bensin (gasoline). Konsumsi bensin nasional saat ini mencapai 42 juta kiloliter dengan kebutuhan impor sebesar 20-23 juta kiloliter per tahun.

Untuk mengatasi hal ini, Bahlil menegaskan pentingnya pengembangan program bioetanol E10-E20. "Caranya bagaimana agar kita tidak terlalu banyak impor? Kita harus mendorong ke E10-E20, etanol. Etanol ini adalah bahan bakunya dari jagung, tebu, kemudian singkong," tegasnya.

Program bioetanol dinilai tidak hanya mendukung kemandirian energi Indonesia, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Bahlil juga membantah pandangan negatif terhadap etanol dengan menunjukkan keberhasilan implementasi di negara lain.

Beberapa negara telah sukses menerapkan program bioetanol, seperti India dengan E30, Amerika Serikat dan Thailand dengan E20, hingga Brasil yang mencapai E85. "Jadi sangat tidak benar kalau ada diskusi-diskusi oleh berbagai kelompok yang mengatakan bahwa etanol ini adalah bahan yang tidak bagus," tutup Bahlil.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar