Masjid Istiqlal Masuk Ekosistem Bursa Efek, Dana Wakaf Dikelola Manajer Investasi

- Senin, 10 Agustus 2026 | 16:12 WIB
Masjid Istiqlal Masuk Ekosistem Bursa Efek, Dana Wakaf Dikelola Manajer Investasi

Masjid Istiqlal akan menjadi masjid pertama di Indonesia yang masuk dalam ekosistem bursa efek melalui pengelolaan dana wakaf. Rencana ini tengah disiapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama pengurus masjid dan sejumlah manajer investasi.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan mengelola dana wakaf secara profesional. "Kami mengundang manajer investasi bersama dengan Masjid Istiqlal. Jadi, filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Nah, itu yang sedang dikerjakan," ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8).

Menurut Jeffrey, dana wakaf tersebut dapat ditempatkan dalam berbagai instrumen investasi, seperti saham, reksa dana, atau dikelola langsung oleh manajer investasi. BEI berharap semakin banyak manajer investasi yang terlibat dan masyarakat yang menyalurkan wakaf melalui pasar modal, termasuk wakaf saham dan reksa dana, semakin meningkat.

Di sisi lain, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan rencana pengelolaan dana wakaf Masjid Istiqlal masih dalam pembahasan internal OJK. Ia menegaskan, jika kegiatan tersebut bersinggungan dengan pengelolaan dana masyarakat, aspek regulasi dan persyaratan terkait perlu diperhatikan. "Atau dalam hal diperlukan dan diberikan mandat nanti kami tentu akan mengeluarkan pengaturan khusus terkait dengan hal ini," katanya.

Sebelumnya, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar, menyatakan bahwa Masjid Istiqlal telah masuk dalam ekosistem bursa efek. Ia mengaku respons masyarakat sangat positif. "Satu-satunya dan mungkin pertama di dunia ini masjid masuk dalam bursa efek dan peminatnya luar biasa," ucapnya dalam acara Doa Bersama dan Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (9/8).

Kerja sama ini dijalankan melalui unit usaha Istiqlal Global Fund (IGF) untuk investasi syariah, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Dengan demikian, dana wakaf tunai yang dihimpun dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags