PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan minimarket Alfamart, membukukan laba bersih Rp2,02 triliun sepanjang semester pertama tahun ini. Capaian itu tumbuh 7,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,88 triliun.
Dengan hasil tersebut, laba per saham ikut terangkat dari Rp45,37 menjadi Rp49,23. Pertumbuhan laba ini seiring dengan peningkatan pendapatan perseroan yang mencapai Rp67,95 triliun, naik 6,49 persen dari Rp63,81 triliun pada semester I-2025.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, pendapatan tersebut ditopang oleh segmen makanan yang menyumbang Rp48,58 triliun dan segmen non-makanan sebesar Rp19,37 triliun. Dari sisi wilayah, kontribusi terbesar datang dari luar Pulau Jawa dengan nilai Rp27,52 triliun, sejalan dengan ekspansi gerai baru dan pembangunan pusat distribusi di kawasan tersebut.
Sementara itu, wilayah Jawa di luar Jabodetabek menyumbang pendapatan Rp24,65 triliun, dan Jabodetabek berkontribusi Rp17,43 triliun.
Hingga akhir Juni 2026, Alfamart telah menambah 232 gerai milik sendiri dan 90 gerai waralaba. Total gerai perseroan kini mencapai 21.442 unit, terdiri dari 15.554 gerai mandiri dan 5.888 gerai waralaba.
Dari sisi neraca, total aset AMRT meningkat menjadi Rp42,78 triliun. Liabilitas perseroan tercatat Rp23,63 triliun, sementara ekuitas mencapai Rp19,15 triliun.
Artikel Terkait
Laba Bersih Erajaya Melonjak 38 Persen di Semester I 2026
BNI Catat Laba Bersih Rp10,8 Triliun pada Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24,4 Persen
Pendapatan SSIA Melonjak 58,8% di Semester I-2026, Laba Bersih Tembus Rp262,6 Miliar
Astra Agro Lestari Raup Laba Rp1,10 Triliun hingga Semester I-2026