Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (6/8), setelah sempat bergerak fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Minyak mentah jenis Brent tercatat berada di kisaran USD 79 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun ke level USD 75 per barel. Pelemahan ini berlangsung selama tiga sesi berturut-turut.
Penurunan harga dipicu oleh kabar kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu titik paling strategis dalam distribusi minyak dunia. Kesepakatan itu memicu ekspektasi bahwa pasokan energi dari Timur Tengah akan meningkat, sehingga menekan harga di pasar global.
"Kesepakatan tersebut memicu ekspektasi meningkatnya arus pasokan energi dari Timur Tengah," tulis Trading Economics dalam laporannya.
Meski demikian, pernyataan bersama kedua negara masih dalam tahap peninjauan dan penyusunan akhir. Jalur pelayaran yang diusulkan diperkirakan akan beroperasi dalam dua hingga empat bulan ke depan. Namun, Teheran menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak berarti pembukaan kembali secara penuh jalur perairan strategis Selat Hormuz.
Di sisi lain, para pejabat Amerika Serikat terus menyuarakan optimisme bahwa kesepakatan dengan Iran semakin dekat. Namun, pelaku pasar masih berhati-hati, mengingat keberlanjutan perdamaian di kawasan Timur Tengah masih belum pasti.
Ketegangan geopolitik pun belum sepenuhnya mereda. Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim telah menargetkan sebuah kapal tanker minyak Arab Saudi di Teluk Aden. Mereka juga mengancam kapal-kapal lain yang melintas di Laut Merah, menambah risiko terhadap distribusi minyak global.
Sementara itu, di pasar Amerika Serikat, harga WTI ikut melemah ke kisaran USD 75 per barel. Pelemahan ini sejalan dengan meningkatnya harapan akan tambahan pasokan dari Timur Tengah, meskipun risiko gangguan pasokan akibat konflik masih tetap tinggi.
Artikel Terkait
Harga Emas Menguat, Harapan Pembukaan Selat Hormuz Meredakan Tekanan Inflasi
AS, Iran, dan Oman Mendekati Kesepakatan Buka Selat Hormuz
Harga Minyak Beragam di Tengah Harapan Meredanya Ketegangan AS-Iran
Wall Street Bervariasi, Investor Cermati Peluang Pembukaan Kembali Selat Hormuz