Indeks saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (5/8). Para trader mencerna keuntungan saham yang baru saja terjadi dan memantau setiap petunjuk kemajuan menuju kesepakatan untuk menghidupkan kembali Selat Hormuz.
S&P 500 turun 0,2 persen pada pukul 4 sore waktu New York, sementara Nasdaq 100 jatuh 0,8 persen. Dow Jones Industrial Average justru naik 0,5 persen. Tanda-tanda penurunan muncul setelah reli S&P 500 senilai USD 3,7 triliun hanya dalam empat hari. Patokan utama pembuat chip turun 1,4 persen meskipun Nvidia Corp naik. Terlepas dari hasil yang kuat, SpaceX merosot 14 persen karena saham senilai USD 101 miliar tersedia untuk diperdagangkan pada Kamis.
Analis di Interactive Brokers, Jose Torres, menilai kegembiraan pada pagi hari di pasar modal nyatanya diikuti oleh kemunduran. Investor menunggu tindak lanjut tentang situasi Timur Tengah.
Iran mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman tentang rute yang diusulkan untuk pengiriman melalui Hormuz. Langkah ini berpotensi membuka kembali jalur air penting untuk pasokan energi.
Di bidang ekonomi, sektor jasa AS berkembang dengan kecepatan yang stabil pada Juli. Namun, kenaikan biaya untuk layanan dan bahan terus membebani perusahaan. Perusahaan menambahkan lebih sedikit pekerjaan daripada yang diharapkan.
Jika dikonfirmasi dalam laporan pekerjaan bulanan pemerintah pada Jumat, tren pekerjaan baru-baru ini menunjukkan bahwa pejabat Federal Reserve atau The Fed dapat tetap fokus pada inflasi yang masih meningkat. Presiden The Fed Bank Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan bahwa bank sentral harus mulai menaikkan suku bunga secara bertahap sekarang untuk mengekang inflasi yang masih terlalu tinggi.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi Tiga Pekan di Tengah Ketegangan AS-Iran
Trump Desak Iran Menyerah, Teheran Balas dengan Ejekan
Iran Sebut Trump Berkhayal Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
Iran Kunci Selat Hormuz Sampai AS Penuhi Komitmen Nota Kesepahaman