Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran dengan pendidikan diploma dan sarjana masih cukup besar hingga Mei 2026. Dari total 7,22 juta penganggur di Indonesia, sebanyak 1,03 juta orang atau 14,31 persen merupakan lulusan D4, S1, S2, dan S3.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengungkapkan data tersebut dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8). "Dan juga sebanyak 1,03 juta orang atau sekitar 14,31 persen berpendidikan D4, S1, S2, S3," sebut Edy.
Sementara itu, penganggur dengan tingkat pendidikan D1 hingga D3 tercatat sebanyak 180 ribu orang atau 2,48 persen dari total pengangguran. "Kalau kita lihat dari data Sakernas pada bulan Mei 2026 dari 7,22 juta orang yang menganggur sebanyak 0,18 juta orang atau 2,48 persen itu pendidikannya D1, D2, D3," ucap Edy.
Di sisi lain, BPS mencatat lulusan sekolah dasar (SD) masih menjadi kelompok terbesar dalam struktur tenaga kerja Indonesia hingga Mei 2026. Proporsi pekerja dengan pendidikan menengah hingga perguruan tinggi memang mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, namun porsi lulusan SD ke bawah masih mendominasi.
Edy menjelaskan, dari total 148,19 juta penduduk yang bekerja pada Mei 2026, sebanyak 35,40 persen atau sekitar 52,46 juta orang merupakan lulusan SD ke bawah. Sementara pekerja dengan pendidikan diploma hingga perguruan tinggi porsinya relatif kecil.
BPS juga melaporkan jumlah penduduk yang bekerja mencapai 148,19 juta orang pada Mei 2026, bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 37,09 persen berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.
Artikel Terkait
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026, Tertinggi dalam Lima Tahun
BPS: Gaji 13 dan MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026
Transaksi E-commerce Tumbuh 35,13 Persen, Konsumsi Masyarakat Terjaga
BPS: Lulusan SD Masih Mendominasi Tenaga Kerja, TPT Terendah Sejak 1994