Bulog Tegaskan Tak Salurkan Beras SPHP untuk Program MBG

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:36 WIB
Bulog Tegaskan Tak Salurkan Beras SPHP untuk Program MBG

Perum Bulog menegaskan bahwa tidak ada penyaluran beras medium atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Seluruh beras yang disalurkan untuk program MBG adalah beras premium, begitu pula dengan minyak goreng.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhan, menegaskan hal tersebut saat ditemui di kantor pusat Bulog, Selasa (4/8). "Tidak ada (beras SPHP), kita kasihkan beras untuk MBG adalah beras premium. Jadi tidak ada beras subsidi yang diberikan ke MBG, termasuk MinyaKita," tegasnya.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas isu yang beredar bahwa ada SPPG yang menggunakan bahan baku bersubsidi, seperti minyak goreng, beras, hingga gas LPG 3 kilogram. Pemerintah sebelumnya telah menyatakan akan memberikan sanksi kepada SPPG yang melanggar.

Bahkan, Bulog pernah mengusulkan pengembangan beras premium yang diperkaya vitamin (fortifikasi) khusus untuk program MBG. Pemberian vitamin tambahan ini sekaligus membantu nutrisi penerima MBG, yaitu anak-anak dan ibu hamil.

"Bulog salah satu programnya ke depan akan membuat ini. Bukan (SPHP), ini premium khusus. Kalau MBG tidak boleh beras subsidi. Jadi kami merencanakan konsepnya ini untuk mendukung program MBG," kata Rizal kepada wartawan usai acara perpisahan Sudaryono di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (29/7).

Usulan ini telah disampaikan kepada Menteri Pertanian Amran dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Selanjutnya, usulan tersebut akan kembali dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dengan Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan.

Sejauh ini, tanggapan Mentan dan Kepala BGN cukup positif dan mendukung tujuan Bulog untuk mendukung salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono mengingatkan agar pemilik dapur MBG atau SPPG tidak memasak menggunakan MinyaKita dan gas LPG 3 kg. "Kalau ada, misalkan awak media menemukan di sosial media, silakan dilaporkan. Dapur mana menggunakan, nanti kita akan beri surat," kata dia.

Sudaryono juga mengungkapkan bahwa terdapat 833 dapur MBG yang dihentikan permanen dalam periode ini. SPPG tersebut berada di berbagai daerah.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags