PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mencatatkan kinerja yang impresif sepanjang semester pertama 2026. Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan gula dan perkebunan tebu ini berhasil membalikkan keadaan dari kerugian menjadi laba bersih, seiring pendapatan yang melonjak hingga 121,58 persen secara tahunan.
Berdasarkan laporan keuangan interim yang belum diaudit per 30 Juni 2026, penjualan bersih GULA mencapai Rp144,32 miliar, meningkat signifikan dari Rp65,13 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan volume distribusi dan perdagangan gula serta produk turunan pertanian lainnya.
Meskipun beban pokok penjualan ikut naik 125,30 persen menjadi Rp135,97 miliar, perseroan tetap mampu mencatatkan laba bruto sebesar Rp8,35 miliar, tumbuh 74,70 persen dibandingkan Rp4,78 miliar pada semester I-2025. Kenaikan beban usaha pun berhasil dijaga tetap terkendali, dengan total beban usaha hanya meningkat 8,54 persen menjadi Rp2,58 miliar.
Efisiensi operasional yang dipadukan dengan pertumbuhan penjualan mendorong laba usaha melonjak 140,08 persen menjadi Rp5,77 miliar. Meski beban keuangan meningkat 31,74 persen menjadi Rp5,35 miliar, GULA tetap membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp422,22 juta, berbalik dari rugi sebelum pajak Rp1,64 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Setelah memperhitungkan beban pajak neto sebesar Rp387,38 juta, perseroan mengantongi laba bersih tahun berjalan sebesar Rp34,84 juta. Capaian ini kontras dengan rugi bersih Rp1,62 miliar pada semester I-2025, menandai keberhasilan turnaround yang signifikan.
Dari sisi neraca, total aset perseroan per 30 Juni 2026 tercatat Rp219,69 miliar, naik tipis 0,95 persen dibandingkan akhir tahun 2025. Aset lancar mencapai Rp95,15 miliar, sementara aset tidak lancar Rp124,54 miliar. Adapun total liabilitas meningkat 2,74 persen menjadi Rp76,31 miliar, didominasi liabilitas jangka pendek sebesar Rp75,41 miliar, termasuk utang bank jangka pendek senilai Rp74,99 miliar.
Di sisi lain, total ekuitas tetap terjaga pada level Rp143,39 miliar, sedikit meningkat dari posisi akhir tahun lalu. Kas dan setara kas turun menjadi Rp12,31 miliar dari Rp45,79 miliar, seiring pemanfaatannya untuk kebutuhan modal kerja persediaan serta pembayaran uang muka pembelian lahan perkebunan.
Secara keseluruhan, kinerja semester I-2026 mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi bisnis perdagangan dan perkebunan yang dijalankan perseroan. Pertumbuhan penjualan yang kuat, efisiensi operasional, serta kemampuan membalikkan rugi menjadi laba menunjukkan GULA berhasil mengembalikan profitabilitasnya ke jalur positif sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ke depan.
Artikel Terkait
Pendapatan BUMA Internasional Turun 5 Persen, EBITDA Justru Tumbuh 8 Persen
Laba Astra Agro Melonjak 55 Persen di Semester I 2026
BNI Pacu Transformasi Digital dan Kinerja di Usia ke-80
22 BUMN di Bawah Danantara Catat Kinerja Keuangan Positif hingga April 2026