Pendapatan Anjlok 52 Persen, Proline Catat Rugi Bersih Rp8,83 Miliar di Semester I 2026

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:00 WIB
Pendapatan Anjlok 52 Persen, Proline Catat Rugi Bersih Rp8,83 Miliar di Semester I 2026

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) atau Proline membukukan rugi bersih sebesar Rp8,83 miliar pada semester pertama 2026. Realisasi ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat laba Rp5,3 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, Minggu (2/8/2026), kerugian tersebut dipicu oleh anjloknya pendapatan perseroan hingga 52 persen menjadi Rp28,5 miliar. Segmen kimia klinik yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan turun 74 persen dari Rp24,2 miliar menjadi Rp6,3 miliar. Segmen hematologi juga terkoreksi 20 persen menjadi Rp1,3 miliar.

Di sisi lain, segmen instrumen mencatat kenaikan signifikan sebesar 172 persen menjadi Rp5,8 miliar. Lonjakan ini menggeser posisi hematologi sebagai penyumbang pendapatan terbesar kedua, mencerminkan pergeseran strategi perseroan ke segmen dengan margin lebih baik.

Meski demikian, penurunan pendapatan yang tajam menekan kinerja keseluruhan. Laba kotor Proline merosot 76 persen menjadi Rp4,5 miliar. Dengan beban usaha yang mencapai Rp12,5 miliar, perseroan membukukan rugi operasional Rp7,65 miliar. Kondisi tersebut diperberat oleh beban keuangan sebesar Rp1,3 miliar.

Dari laporan arus kas, aktivitas operasional Proline masih mencatat arus kas negatif Rp13,8 miliar. Penerimaan dari pelanggan yang menurun serta pembayaran kepada pihak ketiga menjadi penyebab utama. Akibatnya, kas dan setara kas perseroan tersisa Rp1,7 miliar pada akhir Juni 2026, jauh menurun dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp10,8 miliar. Piutang relatif stabil di kisaran Rp3,5 miliar, dengan persediaan tercatat Rp28,9 miliar.

Secara keseluruhan, aset Proline mencapai Rp186 miliar, dengan liabilitas Rp112 miliar dan ekuitas Rp74 miliar. Perusahaan yang merupakan anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) ini baru saja melantai di bursa pada 9 Juli 2026. Harga sahamnya saat ini berada di level Rp272 per saham, masih di atas harga IPO Rp120 per saham.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags