Laba ICBP Turun 33% pada Semester I-2026, Arus Kas Tetap Kuat

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 05:20 WIB
Laba ICBP Turun 33% pada Semester I-2026, Arus Kas Tetap Kuat

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat laba bersih Rp3,7 triliun pada semester I-2026, turun 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh meningkatnya kerugian selisih kurs yang belum terealisasi akibat kegiatan pendanaan, seiring pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Beban keuangan ICBP melonjak 216% menjadi Rp4,09 triliun, didorong oleh rugi selisih kurs yang menembus Rp2,9 triliun, naik 1.200% dari Rp227 miliar pada semester I-2025. Meski demikian, dari sisi penjualan, ICBP masih mencatat pertumbuhan yang solid. Penjualan neto naik 11% menjadi Rp41,86 triliun, sementara laba usaha tumbuh 8% menjadi Rp9,15 triliun dengan margin tetap sehat di kisaran 21,9%.

Direktur Utama dan CEO ICBP, Anthoni Salim, menegaskan bahwa kinerja perseroan pada paruh pertama tahun ini tetap positif di tengah dinamika pasar. "Di tengah situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap waspada. Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Berbeda dengan laporan laba rugi, laporan arus kas ICBP menunjukkan cerita yang lebih menggembirakan. Arus kas dari aktivitas operasi meningkat 17% menjadi Rp5,67 triliun, ditopang oleh kenaikan penerimaan kas dari pelanggan sebesar 13% menjadi Rp40 triliun. Kenaikan ini mampu menutupi pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, hingga pajak.

ICBP juga cenderung konservatif dalam merealisasikan belanja modal. Hal ini tercermin dari penurunan penambahan aset tetap lebih dari 50% menjadi Rp1,14 triliun pada semester I-2026. Dalam enam bulan, kas ICBP bertambah Rp4,32 triliun, lebih dari dua kali lipat dibandingkan semester I-2025 yang naik Rp2 triliun. Alhasil, posisi kas dan setara kas ICBP mencapai Rp33,5 triliun.

Secara umum, aset ICBP naik 6,2% menjadi Rp143,98 triliun. Selain faktor kenaikan kas, ICBP juga mencatat kenaikan piutang usaha menjadi Rp12 triliun dari Rp9,8 triliun di akhir 2025. Adapun persediaan cenderung stabil di angka Rp7,7 triliun.

Di sisi liabilitas, terjadi peningkatan 11% menjadi Rp68,7 triliun, disebabkan oleh kenaikan utang usaha menjadi Rp5,4 triliun dan munculnya utang dividen sebesar Rp4,34 triliun. Utang obligasi juga ikut naik menjadi Rp48,9 triliun. Sementara itu, ekuitas tumbuh 2,4% menjadi Rp52,77 triliun hingga akhir Juni, terutama akibat kenaikan saldo laba seiring konsistensi perseroan menghasilkan laba setiap kuartal.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags