PT Astra Agro Lestari Tbk membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun pada semester I 2026, melonjak 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 702,12 miliar. Kinerja ini ditopang oleh pendapatan yang tumbuh moderat dan efisiensi biaya yang signifikan.
Pendapatan bersih perseroan mencapai Rp 15,25 triliun, naik 5,62 persen dari Rp 14,44 triliun pada semester I 2025. Laba bruto ikut meningkat menjadi Rp 2,52 triliun dari Rp 2,24 triliun. Namun, yang paling menonjol adalah penurunan beban umum dan administrasi yang turun drastis menjadi Rp 682,88 miliar dari sebelumnya Rp 948,58 miliar.
Di sisi lain, beban penjualan naik tipis menjadi Rp 274,41 miliar dari Rp 264,03 miliar. Perseroan juga mencatat keuntungan selisih kurs bersih sebesar Rp 89,25 miliar, berbalik dari kerugian Rp 11,74 miliar pada tahun lalu. Hal ini turut mendongkrak laba sebelum pajak menjadi Rp 1,52 triliun, naik dari Rp 989,71 miliar.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan Rp 380,06 miliar, laba tahun berjalan mencapai Rp 1,14 triliun, meningkat dari Rp 727,09 miliar. Laba per saham dasar pun naik menjadi Rp 570,94 dari Rp 364,80.
Dari sisi neraca, total aset perseroan tumbuh menjadi Rp 28,85 triliun per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp 27,04 triliun pada akhir 2025. Lonjakan kas dan setara kas menjadi Rp 5,14 triliun dari Rp 2,75 triliun menjadi pendorong utama. Sementara itu, total liabilitas naik menjadi Rp 4,24 triliun dari Rp 2,88 triliun, dan ekuitas meningkat tipis menjadi Rp 24,60 triliun.
Arus kas dari aktivitas operasi tercatat Rp 3,34 triliun, dengan kas akhir periode Rp 5,14 triliun. Perbaikan kinerja ini mencerminkan manajemen biaya yang lebih ketat dan kondisi operasional yang membaik.
Artikel Terkait
Laba Cinema XXI Turun 37 Persen meski Pendapatan Naik
Bank Danamon Raup Laba Rp2,4 Triliun di Semester I 2026, Kredit Tumbuh 12%
Permata Bank Cetak Laba Rp1,72 Triliun pada Semester I-2026, Kredit Tumbuh 5,3%
Laba Shell Melonjak Dua Kali Lipat Imbas Konflik Timur Tengah