Pemerintah Terbitkan Izin 33 Kawasan Industri Baru, Realisasi Investasi Capai Rp 6.800 Triliun

- Kamis, 30 Juli 2026 | 13:42 WIB
Pemerintah Terbitkan Izin 33 Kawasan Industri Baru, Realisasi Investasi Capai Rp 6.800 Triliun

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menerbitkan Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) bagi 33 kawasan industri baru dalam tiga tahun terakhir. Realisasi investasi dari seluruh kawasan industri di Indonesia kini mencapai Rp 6.800 triliun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, secara kumulatif Indonesia saat ini memiliki 180 kawasan industri. "Kawasan-kawasan tersebut telah mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 6.800 triliun dan menyerap 2,36 juta tenaga kerja," kata Agus dalam Rapat Kerja Nasional XXV HKI di Jakarta, Kamis (30/7).

Meski demikian, Agus menekankan bahwa ukuran keberhasilan bukan terletak pada jumlah kawasan yang dibangun, melainkan tingkat okupansinya. "Menambah kawasan tanpa mengisinya berarti pemerintah menambah pasokan, bukan menambah daya saing," ujarnya.

Menurut Agus, kawasan industri kini tidak lagi sekadar penyedia lahan atau pengelola utilitas. Investor tidak hanya membeli lahan, tetapi juga mengharapkan kepastian proses investasi yang cepat dan efisien. "Yang investor beli adalah waktu, berapa cepat sebuah komitmen investasi dapat berubah menjadi produksi, dan seberapa kecil ketidakpastian yang harus investor tanggung sepanjang perjalanan itu," ungkapnya.

Karena itu, Agus menilai kawasan industri perlu bertransformasi menjadi ekosistem industri yang mampu berperan sebagai investment enabler, pusat rantai pasok, pusat inovasi, pusat pengembangan sumber daya manusia, sekaligus motor transisi menuju industri hijau.

Ia juga menyoroti perubahan lanskap ekonomi global. Fragmentasi perdagangan internasional, disrupsi rantai pasok, dan meningkatnya ketegangan geopolitik telah mendorong banyak perusahaan global merelokasi dan menata ulang basis produksinya. Hal ini menjadi risiko bagi sebagian negara, tetapi peluang bagi Indonesia. "Bagi Indonesia, ini adalah peluang untuk memperkuat posisi sebagai salah satu basis produksi manufaktur dunia," ujarnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags