Harga Minyak Tembus USD100 per Barel Usai Houthi Serang Kapal Tanker Saudi

- Jumat, 24 Juli 2026 | 07:35 WIB
Harga Minyak Tembus USD100 per Barel Usai Houthi Serang Kapal Tanker Saudi

Harga minyak dunia kembali menembus level psikologis USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Lonjakan terjadi setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, memperparah gangguan pasokan global yang sudah tertekan oleh hampir terhentinya arus perdagangan melalui Selat Hormuz.

Kontrak berjangka Brent ditutup melonjak 7 persen menjadi USD100,69 per barel, level tertinggi sejak 22 Mei. Harga acuan global itu kini telah melonjak hampir 40 persen dibandingkan saat perang Iran pecah pada Februari, dengan hampir seluruh kenaikannya terjadi sepanjang bulan ini. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik 6,2 persen menjadi USD92,19 per barel, level penutupan tertinggi sejak 4 Juni.

Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, mengatakan bahwa dengan kemungkinan perang darat yang tampaknya meningkat dari hari ke hari dan lalu lintas kapal tanker yang dibatasi di dua jalur pelayaran paling sibuk di dunia, harga minyak mentah kini bergerak mendekati rekor tertinggi empat tahun di USD126,41 per barel. "Pada saat yang sama, persediaan global terus menyusut dengan cepat hingga pada akhirnya bisa mencapai titik yang sangat kritis," katanya.

Kelompok Houthi membuka front baru dalam perang Iran dengan menargetkan kapal-kapal yang mengangkut minyak Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb, setelah sebelumnya menyatakan akan memberlakukan blokade laut terhadap pengiriman minyak dari Arab Saudi. Houthi menyatakan telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi dalam sebuah operasi militer. Kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, mengonfirmasi bahwa salah satu dari dua kapal tersebut terbakar setelah diserang saat berlayar di Laut Merah, meskipun tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab.

"Eskalasi ini memperburuk hampir terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz dan penurunan tajam ekspor minyak Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan minyak global dalam jangka pendek," tulis Gelber and Associates dalam sebuah catatan riset. Para analis memperkirakan Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb dilalui volume minyak yang setara dengan sekitar seperempat pasokan minyak dunia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags