PaDi UMKM Resmi Luncurkan PBFS 2026, Target Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun Lewat Kolaborasi BUMN dan UMKM

- Senin, 25 Mei 2026 | 21:30 WIB
PaDi UMKM Resmi Luncurkan PBFS 2026, Target Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun Lewat Kolaborasi BUMN dan UMKM

Platform digital pengadaan milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PaDi UMKM, resmi meluncurkan PaDi Business Forum & Showcase (PBFS) 2026 di Auditorium PLN Pusat, Jakarta Selatan, pada Senin (6/5/2026). Acara ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan Danantara Asset Management, Kementerian UMKM Republik Indonesia, BP BUMN, lebih dari 50 badan usaha milik negara, serta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari lintas sektor industri. Mengusung tema “Menjalin Kolaborasi, Menggerakkan Investasi, dan Mempercepat Pertumbuhan Bisnis Nasional”, forum ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara BUMN dan UMKM melalui ekosistem pengadaan digital yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.

Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, rangkaian PBFS 2026 akan berlangsung selama enam bulan penuh, terhitung sejak Mei hingga Desember 2026. Sepanjang periode tersebut, sejumlah program kolaboratif seperti PaDi Talks, Vendor Connect, dan Business Matching akan digelar secara bertahap. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi PaDi UMKM yang diusung melalui komitmen PengadaanLebihTenang sebuah pendekatan yang menekankan pengalaman pengadaan yang lebih aman, terhubung, dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha di dalam ekosistem digital.

Dalam forum ini, dua sesi talkshow turut digelar untuk membahas isu-isu strategis. Sesi pertama bertajuk “Perkuat Rantai Pasok Nasional: Strategi Substitusi Impor dan Optimalisasi Produk Lokal Melalui Tender Kilat PaDi UMKM”, sementara sesi kedua mengangkat tema “Pengadaan Ramah Lingkungan: Mengubah Limbah Menjadi Nilai Strategis Perusahaan”. Kedua diskusi tersebut menyoroti penguatan produk lokal, digitalisasi proses pengadaan, hingga penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

Senior Director Chief Marketing Officer PT Danantara Asset Management (Persero), Dendi T Danianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan brand positioning menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan pelanggan. Menurutnya, rebranding tidak sekadar mengubah tampilan visual, melainkan bagaimana menciptakan pengalaman merek yang mampu membentuk persepsi positif di benak konsumen.

“Penguatan brand positioning menjadi sangat penting. Rebranding bukan hanya soal perubahan visual, tetapi bagaimana menciptakan brand experience yang mampu membangun persepsi dan kepercayaan pelanggan. Experience will drive brand perception, not merely a campaign. Karena itu, transformasi PaDi UMKM melalui tagline PengadaanLebihTenang harus memiliki tujuan yang jelas dan relevan dengan kebutuhan pelanggan. Ketika berbicara mengenai pengadaan digital BUMN, maka PaDi UMKM harus menjadi top of mind,” ujar Dendi dalam pernyataan resminya, Senin (25/5/2026).

Sementara itu, Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menyampaikan komitmen perusahaan dalam menghadirkan platform pengadaan digital yang aman dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Ia menegaskan bahwa PaDi UMKM dirancang untuk memenuhi standar governance, dilengkapi dengan keamanan siber berlapis, kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta sertifikasi ISO 27001.

“PaDi UMKM berkomitmen menghadirkan PengadaanLebihTenang melalui platform yang memenuhi standar governance, dilengkapi keamanan siber berlapis, kepatuhan terhadap UU Perlindungan Data Pribadi, serta sertifikasi ISO 27001. Kami juga terus mendorong UMKM agar dapat tumbuh dan terhubung secara berkelanjutan dalam ekosistem digital,” ujar Faizal.

Pada penyelenggaraan tahun ini, PBFS 2026 menghadirkan 29 seller rekomendasi dari berbagai kategori kebutuhan perusahaan dan BUMN, mulai dari elektronik, alat tulis kantor, jasa, food & beverage, hingga kebutuhan operasional lainnya. Tahun 2026 menandai tahun keempat penyelenggaraan PBFS. Dengan rangkaian program yang lebih panjang dan intensif, PaDi UMKM optimistis dapat mendorong peningkatan transaksi melampaui capaian tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp2,5 triliun. Lebih dari itu, forum ini diharapkan mampu memperkuat peran digitalisasi pengadaan dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan kemandirian ekonomi nasional.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar