Pasar saham kita hari Senin kemarin benar-benar berdarah. IHSG ambruk tajam, ditutup di level 7.922,73 setelah terperosok hampir 5 persen. Rasanya seperti semua sektor terkena imbas tanpa ampun.
Perdagangan sepanjang hari cukup bergejolak. Indeks sempat mencoba bangkit ke 8.313, tapi tekanan jual yang masif justru mendorongnya hingga ke dasar di angka 7.820. Suasana di lantai bursa pasti mencekam.
Kalau lihat papan pencatatan, gambaran suramnya makin jelas. Hanya segelintir, 63 saham saja, yang mampu bertahan di zona hijau. Sementara itu, 753 saham lainnya terkapar dengan warna merah menyala. Volume transaksi pun tinggi, mencapai 48 miliar lebih saham dengan nilai Rp29 triliun tanda bahwa aksi jual benar-benar dominan.
Tak cuma IHSG, indeks-indeks utama lain juga ikut terpuruk. LQ45 dan IDX30 masing-masing merosot lebih dari 2-3 persen. Tapi yang paling parah mungkin JII dan ISSI, yang anjlok lebih dari 6 persen.
Artikel Terkait
Demutualisasi BEI Mandek, OJK Masih Menunggu Payung Hukum dari Pemerintah
Di Balik Anjloknya IHSG, Investor Asing Justru Borong Rp 654,9 Miliar
Harga Telur dan Cabai Merah Dorong Deflasi di Tiga Provinsi Sumatera
OJK Soroti Aksi Rebalancing Investor di Balik IHSG Anjlok 5%