Sepanjang tahun 2025, Amerika Serikat ternyata jadi mitra dagang yang paling memberikan keuntungan bagi Indonesia. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan AS di posisi puncak penyumbang surplus neraca perdagangan kita, mengalahkan negara-negara mitra utama lainnya. Hal ini berlaku baik untuk perdagangan migas maupun nonmigas.
Dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (2/2), Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, membeberkan angkanya.
“Untuk neraca perdagangan total, migas dan nonmigas, ada tiga negara penyumbang surplus terbesar. Pertama yaitu Amerika Serikat sebesar USD 18,11 miliar,” jelas Ateng.
Nilai itu benar-benar fantastis. Di belakang AS, ada India dengan surplus sekitar USD 13,49 miliar. Filipina menyusul di posisi ketiga, menyumbang kelebihan neraca dagang sebesar USD 8,42 miliar.
Kalau dilihat lebih detail, dominasi AS justru semakin kentara di sektor nonmigas. Surplus di sektor ini dengan Negeri Paman Sam mencapai USD 21,12 miliar sepanjang tahun lalu. Bandingkan dengan India (USD 13,62 miliar) dan Filipina (USD 8,33 miliar). Jelas sekali, selisihnya cukup jauh.
Lalu, apa saja sih yang bikin neraca nonmigas kita secara keseluruhan tampak sehat? Ternyata, andalannya adalah beberapa komoditas unggulan. Peringkat teratas dipegang oleh komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati, yang menyumbang surplus luar biasa besar: USD 34,06 miliar.
Artikel Terkait
OJK Siap Buka Data Kepemilikan Saham di Atas 1% Usai Pertemuan dengan MSCI
OJK Siap Buka Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen Usai Pertemuan dengan MSCI
Paradise Indonesia Pacu Pendapatan Berulang, Bidik 75% dari Total Pemasukan pada 2026
APBN Siap Danai Gerakan Gentengisasi Prabowo untuk Perbaiki Pemandangan Indonesia