Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API Jabar) memanfaatkan momentum Hari Masjid Sedunia yang jatuh pada 21 Agustus untuk menyerukan gerakan nasional melalui mimbar Jumat. Organisasi ini mengajak para ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan khatib di seluruh Indonesia menjadikan pembebasan Masjid Al-Aqsha sebagai tema utama khutbah.
Seruan tersebut disampaikan dalam kajian daring pada Jumat (21/8/2026), bertepatan dengan peringatan yang ditetapkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengenang tragedi pembakaran Masjid Al-Aqsha oleh kelompok ekstremis Zionis pada 21 Agustus 1969.
Ketua API Jabar, Ustaz Asep Syaripudin, dalam pemaparannya menegaskan bahwa masjid memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Menurutnya, Al-Qur'an menjelaskan bahwa yang memakmurkan masjid adalah orang-orang beriman yang menegakkan salat, menunaikan zakat, dan hanya takut kepada Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa penghormatan terhadap masjid telah diajarkan sejak seorang Muslim hendak memasukinya, mulai dari bersuci dengan wudu, melangkahkan kaki kanan, hingga menunaikan salat tahiyatul masjid.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah salat, tetapi juga pusat silaturahim, menuntut ilmu, aktivitas sosial umat dan tempat utama dalam membangun peradaban,” ujarnya.
Ustaz Asep menyebut Indonesia memiliki lebih dari 800 ribu masjid. Potensi tersebut, kata dia, harus menjadi kekuatan besar untuk memperkokoh persatuan dan kebangkitan umat Islam.
Ia kemudian mengingatkan keutamaan tiga masjid besar yang dianjurkan Nabi untuk dikunjungi umat Islam, yaitu Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjid Al-Aqsha di Palestina.
Khusus untuk Al-Aqsha, tempat suci tersebut memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena merupakan kiblat pertama umat Islam sekaligus tempat terjadinya peristiwa Isra Mikraj. Karena itu, agenda umat Islam tidak berhenti pada keinginan mengunjunginya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembebasan Al-Aqsha yang saat ini masih dalam cengkeraman penjajah Israel.
“Kewajiban membebaskan Al-Aqsha bukan hanya untuk rakyat Palestina, tetapi menjadi kewajiban umat Islam di seluruh dunia,” tegasnya.
Oleh karena itu, melalui momentum Hari Masjid Sedunia, API Jabar menyerukan kepada para ketua DKM dan khatib Jumat agar menyampaikan materi khutbah mengenai fungsi strategis masjid sekaligus pentingnya pembebasan Masjid Al-Aqsha dari cengkeraman Zionis Israel.
Selain itu, Ustaz Asep mengajak jamaah memperbanyak doa bagi rakyat Palestina dan mendorong agar infak Jumat pada hari tersebut diprioritaskan untuk mendukung perjuangan kemanusiaan Palestina.
“Doakan Palestina. Bahkan lebih baik lagi jika infak Jumat hari ini dikhususkan untuk perjuangan Palestina,” serunya.
Bagi API Jabar, Hari Masjid Sedunia bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, persatuan umat, dan kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsha yang dinilai masih menjadi simbol perjuangan umat Islam di dunia.
Artikel Terkait
Peringati Hari Masjid Sedunia, Komunitas Sajid Gelar Pengajian ke-20 di Bogor
Hari Masjid Sedunia: Kiai Shabri Ajak Umat Teladani Perjuangan Nuruddin Zanki
Ketua Pecinta Al-Aqsha: Perjuangan Bebaskan Al-Quds Harus Berbasis Ilmu dan Kerja Kelembagaan
Hidayat Nur Wahid: Pembakaran Masjid Al-Aqsha 57 Tahun Lalu Jadi Mandat Berdirinya OKI