Sebanyak 923 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa menerapkan pembelajaran dari rumah menyusul gempa yang masih mengguncang wilayah tersebut. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merespons dengan menyiapkan 100 ruang kelas darurat yang ditargetkan beroperasi pekan depan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mengungkapkan bahwa dari total sekolah yang terdampak, 171 di antaranya melakukan pembelajaran daring, 35 sekolah menggunakan kelas darurat, dan 30 sekolah masih melaksanakan tatap muka. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (20/8/2026).
Untuk meringankan beban para siswa, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan berupa 4.500 bingkisan anak, paket sembako, 810 school kit, dan 400 family kit. Selain itu, pemerintah tengah mendistribusikan 100 tenda yang akan difungsikan sebagai ruang kelas darurat bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat.
"Penyiapan ruang kelas darurat bertahap untuk sekolah yang rusak berat. Saat ini kami sedang mendistribusikan 100 tenda ruang kelas yang diharapkan bisa mulai digunakan minggu depan untuk belajar anak," jelas Atip.
Kemendikdasmen juga telah menerbitkan panduan pembelajaran dalam situasi darurat. Panduan ini memberikan fleksibilitas dalam memilih moda dan materi pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar tetap dapat berjalan meski dalam kondisi tidak normal.
"Kami juga mengharapkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelenggaraan pendidikan dalam situasi darurat," ujarnya.
Artikel Terkait
Polri Percepat Penyaluran Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah: 75 Tewas, 907 Luka-Luka
Komisi V DPR Usulkan Lembaga Tunggal Penanganan Bencana
BNI Dirikan Posko Bantuan untuk Korban Bencana di NTT