Mantan petenis peringkat empat dunia, Greg Rusedski, menilai Alex Eala memiliki mentalitas kuat dan pengelolaan jadwal yang tepat untuk menghindari kesalahan fatal dalam kariernya. Bimbingan Rafael Nadal menjadi faktor kunci kesuksesan atlet berusia 21 tahun tersebut.
Eala melangkah ke babak ketiga Cincinnati Open 2026 setelah lawannya, Elena-Gabriela Ruse, mengundurkan diri saat kedudukan 1-6, 0-3. Sebelumnya, ia baru saja menjuarai gelar WTA pertamanya di Washington DC dan menembus babak keempat di Toronto, yang membawanya naik ke peringkat 20 dunia.
Di babak ketiga turnamen WTA 1000 ini, Eala dijadwalkan menghadapi petenis peringkat 10 dunia, Amanda Anisimova.
Melalui siniar Off Court With Greg Rusedski, Rusedski memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap Eala yang tidak pernah mencari alasan saat bertanding.
"Ini luar biasa. Maksud saya, ya, dia kehabisan tenaga saat melawan [Belinda] Bencic, dan Bencic memainkan pertandingan yang hebat, tetapi yang saya sukai adalah dia bermain dari minggu ke minggu," kata mantan petenis nomor satu Inggris itu.
Rusedski, yang juga runner-up US Open 1997, menilai Eala selalu memberikan penampilan maksimal di setiap laga tanpa memedulikan tingkat kesulitan undian.
"Dia tidak punya alasan. Dia tampil, jika dia menang; dia menang, jika dia kalah; dia kalah. Tidak ada alasan, saya memberikan 110%. Sikapnya ada di sana," ujarnya.
Menjelang laga kontra Anisimova, Rusedski menilai atmosfer kompetisi Eala saat ini sangat menarik untuk disaksikan.
"Dia unggul satu set dengan mudah, 3-0, mendapat kemenangan default [melawan Ruse], sekarang dia melangkah menghadapi Anisimova, dan semua orang berkata, 'Oh, undian ini akan sangat berat' dia memenangkan Washington dalam salah satu undian paling sulit untuk memenangkan ajang tersebut," tuturnya.
Ia pun menantikan duel berat di lapangan keras Cincinnati itu.
"Jadi, saya sangat terkesan dengan Eala. Tidak sabar untuk melihatnya bermain melawan Anisimova itu adalah laga blockbuster. Saya menyetel alarm saya untuk menonton pertandingan itu. Tidak sabar menunggu laga itu dimulai," kata Rusedski.
Selain faktor mental, Rusedski memuji peran tim pelatih serta keberadaan Rafael Nadal di Rafa Nadal Academy sebagai mentor yang menjaga Eala dari risiko overplaying atau kelelahan berlebih.
"Saya melihatnya seperti ini dia memiliki Rafael Nadal sebagai mentor, dia telah berada di akademi Nadal. Dia pernah menjadi pemain junior nomor 1 dunia, dan dia memiliki pelatihnya, yang melakukan pekerjaan luar biasa," ujarnya.
Rusedski menganggap susunan turnamen yang diikuti Eala dari Washington, Toronto, hingga Cincinnati merupakan persiapan ideal sebelum jeda seminggu menjelang US Open.
"Jadi, ini adalah persiapan ideal, Washington, Toronto; kalah di pertandingan ketiganya; sekarang dia bermain di Cincinnati. Ada minggu libur minggu depan, jadi dia menjadwalkan dengan sempurna," tuturnya.
Ia membandingkan struktur pendukung Eala dengan langkah Iga Swiatek yang memanfaatkan pengalaman Francisco Roig.
"Jika dia bermain pada minggu sebelum US Open, maka ada masalah. Hal yang menyenangkan dengan pelatihnya mereka selalu bisa menemui Rafa, seperti yang dilakukan [Iga] Swiatek dengan [Francisco] Roig, dan mendapatkan keseimbangan itu," kata Rusedski.
Pengalaman masa muda Nadal yang sempat terlalu banyak bertanding di bawah bimbingan Paman Toni dinilai menjadi pelajaran berharga yang ditularkan kepada Eala.
"Dan dia (Nadal) memahami itu, karena dia mengalami hal tersebut di awal kariernya di mana dia sedikit bermain berlebihan dengan paman Toni, lalu dia menyeimbangkannya tergantung dengan usianya ketika dia pergi ke [Carlos] Moya," ujarnya.
Keberadaan tim profesional yang solid di sekitar Eala diyakini bakal menjaga fokus jangka panjang sang pemain di tur WTA.
"Dan saya pikir dia memiliki sekelompok orang yang sangat baik dari agennya, pelatihnya, fisionya, hingga memiliki Rafa di sana juga," tutur Rusedski.
Pendekatan seimbang ini dianggap vital untuk mencegah cedera akibat terlalu banyak bertanding atau penurunan performa akibat kurang bertanding.
"Dia tidak akan membuat kesalahan-kesalahan itu, karena dia bisa menyeimbangkan hal-hal ini. Dan juga dia memiliki kecintaan [pada tenis]," kata Rusedski.
Rusedski menyimpulkan Eala sebagai sosok masa depan yang cerah bagi dunia tenis putri internasional.
"Dia harus menemukan keseimbangan, karena jika Anda kurang bertanding, tubuh Anda tidak siap. Jika Anda bertanding berlebihan, Anda melukai diri sendiri. Jadi, ini tentang mendapatkan keseimbangan itu, dan saya tidak melihat keseimbangan itu terlewatkan," ujarnya.
Langkah Eala di tur profesional diyakini akan terus berkembang tanpa mengulangi kegagalan para pemain terdahulu.
"Jadi, saya pikir dia akan cerdas, dia melihat jangka panjang. Saya hanya berpikir dia adalah secercah cahaya bagi WTA, dan saya tidak berpikir dia akan membuat kesalahan yang dibuat para pemain di masa lalu," tutur Rusedski.
Artikel Terkait
Eala Tembus Babak Ketiga Canadian Open, Tiket Ludes dan Makanan Habis
Alex Eala Hadapi Undian Berat di National Bank Open 2026
Alex Eala Menangi Set Pertama Lawan Leylah Fernandez di DC Open