Antusiasme Warga Padati Bazar Makanan Gratis di Monas Sejak Sore

- Senin, 17 Agustus 2026 | 16:54 WIB
Antusiasme Warga Padati Bazar Makanan Gratis di Monas Sejak Sore

Ribuan warga tampak memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Senin (17/8) sore. Mereka rela mengantre berjam-jam demi menikmati bazar makanan gratis yang menjadi bagian dari Pesta Rakyat HUT ke-81 Republik Indonesia. Padahal, tenant-tenant UMKM di lokasi baru dijadwalkan buka beberapa jam kemudian.

Pantauan di lapangan sekitar pukul 15.00 WIB, antrean warga sudah mengular di area bazar. Mereka berdiri rapi menunggu tenant yang masih melakukan persiapan. Padahal, bazar tersebut baru akan mulai melayani pengunjung pada pukul 16.30 WIB. Artinya, warga telah bersiap mengantre sekitar satu setengah jam sebelum makanan dibagikan.

Suasana semakin meriah ketika sejumlah pengunjung mulai meneriakkan kata-kata yang sama secara kompak. "Buka, buka, buka," teriak mereka tak sabar.

Salah seorang warga, Meli (65), datang dari kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, khusus untuk menyaksikan kemeriahan Pesta Rakyat. "Nama saya Meli, asli Palembang, tapi tinggal di Priok. Khusus ingin melihat Pesta Rakyat ini kan, kayaknya meriah," ujarnya.

Meli mengaku tertarik dengan bazar makanan gratis yang disediakan. Baginya, kesempatan mendapatkan makanan tanpa biaya menjadi daya tarik tersendiri. "Iya, mau makan gratis, alhamdulillah semua masyarakat terbantu dari ini kan," kata dia.

Meski harus menunggu lama, Meli memilih tetap mengantre. Ia mewajari antusiasme pengunjung lain yang juga tak sabar. "Ya jadi kalau ada makan begini semuanya begitu, ada gratis begitu kan sifatnya kan," tuturnya.

Bazar makanan gratis ini tersebar di dua titik kawasan Monas, yakni di sekitar Gate IRTI Monas di sisi selatan kompleks dan Gate Gambir di sisi timur. Di kedua titik tersebut, warga tampak mulai memadati area sebelum waktu pembukaan. Sebagian berdiri dalam antrean, sementara lainnya menunggu di sekitar lokasi sambil melihat tenant yang masih melakukan persiapan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags