Momen pengibaran Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka, Watampone, menjadi pengalaman istimewa bagi para anggota Paskibra Bone. Salah satunya adalah Naura Melia Putri, yang dipercaya menjalankan tugas sebagai pembawa baki.
Naura, putri pasangan Sultan dan Hasni, lahir pada 5 Maret 2010. Remaja berusia 16 tahun yang berdomisili di BTN Tirong, Kelurahan Bulu Tempe, ini mengaku bahwa menjadi bagian dari Paskibra adalah wujud dari cita-cita yang selama ini ia impikan.
Perasaan deg-degan bercampur semangat mengiringi langkahnya hingga akhirnya ia dipercaya membawa baki dalam upacara sakral tersebut. Ia bersyukur diberikan kesempatan itu sekaligus menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya.
“Deg-degan, tapi saya tetap semangat. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari Paskibra dan membuat orang tua bangga,” ucapnya usai menjalankan tugas, Senin, 17 Agustus 2026.
Selain Naura, Paskibra Bone juga diperkuat sejumlah putra terbaik dari sekolah di Kabupaten Bone. Alfaresaal Rohandi, siswa SMAN 1 Bone, berusia 16 tahun, dipercaya sebagai pembentang bendera. Bentang Ramdani, siswa MAN 1 Bone, juga berusia 16 tahun, turut mengemban tugas dalam pasukan pengibar bendera. Sementara itu, Andi Isnan Mufti, siswa SMAN 3 Bone, menjadi bagian penting dalam formasi Paskibra Bone.
Seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan tugas para anggota Paskibra mendapat arahan dan pendampingan dari Pembina Rismayani. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas perjuangan anak-anak didiknya.
“Menjadi bagian dari Paskibra merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Anak-anak telah melalui proses latihan dengan penuh disiplin, semangat, dan kerja keras. Saya bangga melihat perjuangan mereka hingga mampu menjalankan tugas dengan baik,” ucapnya.
“Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk terus percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Terima kasih kepada seluruh anggota Paskibra Bone yang telah memberikan yang terbaik dan membanggakan orang tua, sekolah, serta Kabupaten Bone,” tambah Rismayani.
Bagi para anggota Paskibra Bone, tugas ini menjadi pengalaman berharga sekaligus kebanggaan tersendiri. Mereka tidak hanya membawa dan mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga membawa nama sekolah, keluarga, serta Kabupaten Bone dalam momentum bersejarah peringatan kemerdekaan Indonesia. Semangat, disiplin, dan rasa cinta tanah air menjadi modal utama mereka untuk memberikan penampilan terbaik di hadapan masyarakat Bone.
Artikel Terkait
Kirab Bendera Pusaka dari Monas ke Istana Merdeka Resmi Dimulai
Rafale hingga F-16 Siap Meriahkan Atraksi Udara HUT ke-81 RI
Mengintip Isi Goodie Bag HUT ke-81 RI di Istana: Buku, Kipas, hingga Kelereng
HUT ke-81 RI: Istana Bagikan Mainan Tradisional kepada Tamu Undangan