Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Data yang dihimpun hingga Minggu (16/8/2026) atau hari kedua pascagempa juga menunjukkan 135 orang mengalami luka-luka dan 154 unit rumah rusak berat.
Dalam konferensi pers pada hari yang sama, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, merinci korban jiwa tersebar di sejumlah kabupaten. Manggarai Timur menjadi daerah dengan korban terbanyak, yaitu 20 orang, disusul Manggarai dengan 25 orang. Sementara itu, Sikka mencatat 4 kematian, Ende 2 orang, serta Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing 1 orang.
Adapun 135 korban luka saat ini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat. Rinciannya, 12 orang terluka di Sikka, 17 orang luka berat dan 20 orang luka ringan di Manggarai, lalu di Manggarai Timur terdapat 21 orang luka berat dan 59 orang luka ringan, serta 6 orang luka berat di Manggarai Barat.
"Hingga hari ini, hari kedua, data dari daerah yang masuk ke BNPB untuk rumah rusak berat berjumlah 154 unit, rumah rusak sedang 49 unit, dan rumah rusak ringan 38 unit. Tentu saja data ini masih berkembang, akan dinamis," tuturnya.
Fase Tanggap Darurat
Abdul Muhari menerangkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, fase tanggap darurat sudah mulai dijalankan di Manggarai selama 90 hari. Sementara itu, Manggarai Timur tengah dalam proses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari, dan Provinsi NTT juga sedang menetapkan status serupa.
Fokus utama pada fase ini adalah pencarian dan pertolongan korban serta pemenuhan logistik dasar bagi masyarakat terdampak. Namun, tim di lapangan juga diharapkan melakukan pendataan dan identifikasi kerugian materiil, terutama yang berkaitan dengan rumah rusak.
"Kenapa ini sangat diperlukan, supaya nanti kita bisa lebih mengefektifkan fase-fase akhir nanti di tanggap darurat menuju kecepatan transisi dan pemulihan menuju rekonstruksi. Supaya proses recovery nantinya bisa kita lakukan dan kita akselerasi," ujarnya.
Untuk mempercepat penanganan, sejumlah pejabat tinggi negara telah diterjunkan ke lokasi. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) bersama Kepala BNPB berada di Kabupaten Manggarai, sedangkan Menteri Dalam Negeri dan Kepala Basarnas memantau Manggarai Timur. Menteri Pekerjaan Umum berada di Ende, Wakil Menteri Sosial di Ngada dan Nagekeo, serta Wakil Menteri Kesehatan di Maumere.
"Ini sesuai arahan Bapak Presiden agar pemerintah bisa segera mengidentifikasi situasi dan kondisi di lapangan. Melakukan pengecekan langsung, apa-apa saja yang dibutuhkan masyarakat sehingga dukungan-dukungan yang akan digeser dari sisi logistik permakanan dan nonpermakanan, akan terus dikerahkan," kata Abdul Muhari.
Artikel Terkait
Kris Dayanti Terenyuh Lihat Ibu dan Anak Korban Gempa NTT Meninggal Berpelukan
Gempa Magnitudo 7,7 di NTT Rusak Lebih dari 2.000 Bangunan
Akses Jalan dan Listrik di NTT Berangsur Pulih Pascagempa
Polda Sumsel Ajak Warga Mengenal Brimob Lewat CFD, Sediakan 700 Porsi Makanan Gratis