Dua hari setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), sejumlah layanan dasar mulai menunjukkan pemulihan. Salah satu ruas jalan yang sempat terputus akibat longsor kini telah bisa dilalui kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM).
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan bahwa ruas jalan di kilometer 49 Kecamatan Reo sudah dapat dilalui oleh truk pengangkut BBM sejak Minggu sore (16/8). Sebelumnya, akses tersebut tertutup material longsor berupa batu besar yang berhasil dibersihkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Yang mungkin kemarin pada saat hari kejadian itu ada batu besar di arah jalan akibat longsor pascagempa, saat ini sudah dibersihkan oleh Kementerian PU,” ujarnya dalam jumpa pers perkembangan penanganan gempa, Minggu (16/8).
Abdul menambahkan, hampir seluruh titik jalan yang terdampak longsor telah memasuki tahap akhir pembersihan. Ia berharap semua jalur yang sempat terputus dapat kembali digunakan paling lambat Senin (17/8). “Kalau tidak hari ini maksimal besok titik-titik jalur jalan terdampak longsor sebelumnya yang tidak bisa dilalui kita harapkan sudah bisa dilalui,” katanya.
Pemulihan akses jalan menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kelancaran distribusi bantuan dan optimalisasi penanganan bencana di sektor lain. “Ini sangat penting karena akses jalannya akan menentukan optimalisasi dari pemulihan di sektor-sektor lainnya,” ujar Abdul.
Selain akses jalan, pasokan listrik di sejumlah wilayah juga mulai normal. Beberapa daerah yang sempat mengalami pemadaman pada hari pertama pascagempa kini telah kembali menyala. “Tadi juga sempat disampaikan oleh Dirut PLN bahwa di beberapa titik dan wilayah yang kemarin pada hari pertama pascagempa ini mengalami blackout, per hari ini itu sudah bisa dinyalakan kembali,” jelas Abdul.
Meski begitu, BNPB masih membuka laporan bagi masyarakat yang wilayahnya belum mendapat aliran listrik. Warga yang masih mengalami pemadaman diminta melapor melalui call center BNPB 117 agar dapat segera dikoordinasikan dengan PLN. “Kalau masih ada daerah-daerah yang masih mengalami pemadaman segera melaporkan melalui call center BNPB 117 untuk bisa segera kita koordinasikan dengan PLN,” pungkasnya.
Artikel Terkait
BNPB Catat 198 Hotspot di Kalimantan Barat, Karhutla Meluas
Wakil Ketua DPR Berduka atas Wafatnya Relawan Gempa NTT
Camat di Manggarai Timur Meluapkan Kemarahan atas Penyaluran Bantuan Bencana
Relawan Bantuan Gempa NTT Meninggal Saat Misi Kemanusiaan