Seorang anggota polisi terluka dalam serangan bom molotov yang menyasar Pos Lantas Margorejo dan Pos Lantas Cito di Surabaya, Sabtu (15/8) malam. Peristiwa itu memicu penyelidikan intensif dari Polda Jawa Timur, yang hingga kini masih mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan adanya korban luka di antara personel kepolisian. "Terkait adanya anggota kepolisian yang mengalami luka dalam kejadian tersebut, benar terdapat satu anggota yang mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis," katanya.
Meski demikian, Polda Jatim belum merinci identitas anggota yang terluka maupun jenis luka yang diderita. Kondisi terkini korban juga belum diungkap secara detail.
Jules mengatakan, penanganan kasus ini masih berlangsung. Polisi terus melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian peristiwa di kedua lokasi. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, rekaman CCTV dianalisis, dan barang bukti yang ditemukan di lokasi tengah diperiksa.
Dalam proses penyidikan, polisi telah mengamankan seorang pria yang diduga terkait dengan serangan tersebut. Namun, motif di balik aksi ini belum dapat disimpulkan. "Penyidik masih mendalami motif, rangkaian peristiwa, barang bukti yang ditemukan, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain," ujar Jules.
Ia menegaskan, polisi belum bisa menyampaikan kesimpulan apa pun karena pemeriksaan masih berjalan. "Kami belum dapat menyampaikan kesimpulan mengenai motif maupun hal-hal lain yang masih menjadi materi pemeriksaan karena proses penyidikan masih berlangsung," tuturnya.
Kendati ada anggota yang terluka, Polda Jatim memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Surabaya tetap kondusif. Pos pelayanan yang menjadi sasaran tetap berfungsi dan pelayanan publik tidak terganggu. "Kami juga memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali," kata Jules.
Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau narasi yang belum pasti kebenarannya.
Artikel Terkait
Pos Lantas Bundaran Waru Dipasang Garis Polisi, Brimob Berjaga
Pos Polantas di Surabaya Diduga Dilempar Bom Molotov
Selebgram Bali Tersangka Arisan Online Fiktif, Kerugian Capai Rp71 Miliar
Selebgram Bali Tersangka Arisan Online Fiktif, 140 Orang Jadi Korban