Pos Lantas Bundaran Waru di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Surabaya, kini terpasang garis polisi. Pemasangan terpantau sejak Minggu (16/8) dini hari, tepatnya di bagian dalam ruangan pos, dekat layar pemantau kamera CCTV yang masih menyala.
Garis polisi itu tampak diikat antara tembok dan kursi sofa berwarna coklat. Belasan anggota Brimob berseragam serta petugas kepolisian berpakaian bebas masih berjaga di sekitar lokasi hingga pagi. Belum diketahui penyebab ruangan tersebut digaris polisi.
Peristiwa ini terjadi sehari setelah dugaan serangan bom molotov di Pos Lantas A. Yani Margorejo, Sabtu (15/8). Kedua pos tersebut berada di jalan yang sama, hanya berjarak sekitar 3,4 kilometer. Pos yang diserang terletak di pertigaan pintu palang kereta api Jalan Ahmad Yani dan Jalan Margorejo. Di lokasi, terlihat bercak hitam di bagian pintu dan lantai ubin tepat di bawah pintu pos polisi tersebut.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terkait dugaan pelemparan bom molotov itu. "Terkait informasi tersebut, saya juga masih melakukan pengecekan dan konfirmasi kepada jajaran untuk memastikan kebenarannya. Untuk informasi awal terkait kejadian di wilayah Surabaya, rekan-rekan juga dapat mengonfirmasi langsung ke Humas Polrestabes Surabaya. Apabila nanti sudah ada informasi yang terverifikasi, tentu akan saya sampaikan lebih lanjut," kata Jules.
Artikel Terkait
Polisi Terluka Akibat Bom Molotov di Dua Pos Lantas Surabaya, Pelaku Diamankan
Pos Polantas di Surabaya Diduga Dilempar Bom Molotov
Lempar Molotov ke Gudang Ekspedisi di Kebumen, Gerombolan Pemuda Jarah Satu Karung Paket
Pria di Oklahoma Lempar Bom Molotov ke Pengguna Kursi Roda, Terekam CCTV