Pelatih PSV Eindhoven, Peter Bosz, mengapresiasi performa lini tengah timnya setelah meraih kemenangan tipis atas Excelsior dalam lanjutan Eredivisie, Sabtu (15/8/2026). Meski puas dengan kemenangan, ia menyayangkan banyaknya peluang yang gagal dikonversi menjadi gol.
Kemenangan ini menjadi jawaban atas hasil mengecewakan di laga pembuka melawan Fortuna Sittard. Bosz mengaku tidak cemas timnya akan kembali kehilangan poin di menit akhir.
"Jika saya jujur: tidak," kata Bosz kepada ESPN. Ia menilai skuadnya tampil jauh lebih solid di babak kedua dengan menciptakan banyak peluang, meski efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi catatan.
"Namun tentu saja hal itu selalu bisa terjadi. Mereka mencetak gol 1-1, tetapi sampai momen itu tidak ada masalah apa pun. Hanya saja saat itu saya merasa kami sendiri tidak bermain bagus. Dan pada babak kedua kami melakukannya. Kami bermain bagus, menciptakan peluang, dan menguras banyak energi. Jika ada hal yang membuat saya tidak puas, itu adalah gol-gol yang gagal kami cetak. Skor 1-5 atau 1-6 tentu tidak berlebihan," ujarnya.
Bosz secara khusus menyoroti penampilan Joey Veerman yang dinilainya sangat menonjol di paruh pertama, di tengah performa beberapa pemain lain yang kurang maksimal. "Joey bermain bagus. Karena ada beberapa pemain di babak pertama yang saya anggap sangat buruk," katanya.
Kendati menolak menyebut nama, Bosz memuji penguasaan bola Veerman serta kerja samanya dengan Sano di lini tengah. "Namun saya menilai Joey sangat bagus dalam penguasaan bola. Dia banyak meminta bola. Terutama saat Sano masuk, mereka berdua sangat stabil. Anda sebaiknya tidak berada di tengah saat mereka melakukan rondo, karena Anda tidak akan bisa menyentuh bola," jelasnya.
Mengenai rumor yang menghubungkan Veerman dengan Borussia Dortmund, Bosz mengaku merestui meski tidak mengetahui kepastian transfer sang pemain. "Ya. Saya juga pernah bekerja di Dortmund dan saya tahu betapa indahnya klub itu. Namun saya tidak tahu apa-apa lagi soal itu. Saya sekarang bicara tentang sesuatu yang tidak saya ketahui. Jadi tidak ada gunanya," ujarnya.
Selain Veerman, Bosz menyambut gembira kembalinya Sergiño Dest yang memberikan keunggulan jumlah pemain di posisi bek sayap. "Tentu saja. Saya sebenarnya berpendapat bahwa di setiap posisi kita harus memiliki pemain kategori luar biasa. Dan kita memilikinya. Kami memiliki banyak spesialis yang sangat bagus di bidangnya. Dest sebagai bek sayap bisa melewati lawan, sehingga langsung menciptakan keunggulan jumlah pemain. Saat melawan Fortuna kami tidak memiliki itu. Jadi ini sangat menyenangkan," katanya.
Sementara itu, gelandang PSV Guus Til memberikan pujian atas gaya permainan dan daya juang Excelsior yang dinilainya akan menyulitkan banyak tim musim ini. "Saya juga sudah menganggap mereka bagus tahun lalu. Mereka memiliki konsep bermain yang cukup baik, saya pikir banyak tim bakal kesulitan di sini. Mereka bisa bermain bola dengan baik, punya banyak semangat. Mereka punya beberapa pemain yang terus berlari, itu juga menyebalkan. Saya pikir mereka akan meraih banyak poin. Pada satu titik saya berpikir: jika ini terus berlanjut, tangki bensin akan segera kosong," ujarnya.
Til juga menegaskan bahwa kritik yang menerpa PSV usai laga-laga sebelumnya merupakan hal wajar bagi klub papan atas, dan kepercayaan diri tim tetap terjaga. "Jika Fortuna tidak mencetak gol 2-2 itu, tidak ada yang akan membicarakannya. Itu juga tidak beruntung. Melawan AZ Anda bermain dengan sepuluh orang sejak menit kelima. Tapi ya, itu bagian dari klub top. Jika hasilnya tidak bagus, Anda akan dihakimi," katanya.
Gelandang asal Belanda itu meyakini PSV masih menjadi tim terkuat di kompetisi musim ini. "Tidak, saya masih menganggap kami yang terbaik. Saya benar-benar berpikir begitu," pungkas Til.
Artikel Terkait
Louis van Gaal Mundur dari Ajax karena Masukannya Tak Lagi Dihargai
PSV Eindhoven Lakukan Lima Perubahan Besar Jelang Laga Perdana Eredivisie
AZ Alkmaar Hancurkan PSV 4-0 untuk Rebut Johan Cruijff Schaal
Kartu Merah Joey Veerman Picu Perdebatan di Media Sosial