Evakuasi Jasad Wanita dari Sumur di Tasikmalaya Terhambat Ular Kobra

- Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Evakuasi Jasad Wanita dari Sumur di Tasikmalaya Terhambat Ular Kobra

Proses evakuasi jasad seorang wanita dari sebuah sumur tua di Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung alot dan dramatis. Petugas gabungan membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk mengangkat tubuh korban berinisial AA (46) dari sumur sedalam 12 hingga 15 meter pada Rabu (12/8/2026).

Korban dilaporkan hilang oleh keluarganya selama kurang lebih 12 hari sebelum akhirnya ditemukan. AA diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa. Keluarga bersama Ketua RT setempat sempat melakukan pencarian di sekitar rumah, tetapi tidak membuahkan hasil.

Titik terang muncul ketika mereka mencium bau busuk menyengat dari sumur kering yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah korban. Saat diperiksa menggunakan senter, terlihat tubuh korban dalam posisi terlungkup di dalam sumur. Ketua RT segera melaporkan temuan ini ke Polsek Tanjungjaya, yang kemudian berkoordinasi dengan Tim Basarnas, Damkar BPBD, dan Tagana untuk melakukan evakuasi.

Meski lokasi korban sudah diketahui, proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan karena adanya ancaman keselamatan bagi petugas. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan bahwa tim menemukan seekor ular kobra jawa bersembunyi di dekat jasad korban. Demi keselamatan personel, evakuasi terpaksa ditunda hingga ular tersebut berhasil diamankan.

Kapos SAR Tasikmalaya, Bagus P, menambahkan bahwa ular kobra itu beberapa kali bersembunyi di balik tubuh korban, sehingga menyulitkan proses penangkapan. "Kami putuskan tangkap dulu ularnya dengan libatkan Damkar Kabupaten Tasikmalaya. Tentu hati-hati sekali," kata Bagus, Kamis (13/8/2026).

Petugas Damkar bahkan harus turun ke sumur menggunakan pakaian pelindung lengkap dan membawa tabung oksigen untuk mengantisipasi potensi gas beracun di dalam sumur tua tersebut.

Kronologi Evakuasi

Tim Rescue Pos SAR Tasikmalaya tiba di lokasi pada pukul 09.28 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk melakukan asesmen serta menentukan langkah evakuasi yang aman. Pada pukul 10.05 WIB, berdasarkan hasil asesmen, tim SAR gabungan mengupayakan proses evakuasi. Namun, keberadaan ular di dalam sumur menjadi kendala sehingga proses evakuasi jenazah ditunda sementara.

Sekitar pukul 12.20 WIB, kendala tersebut berhasil ditangani. Tim SAR gabungan kemudian melanjutkan proses evakuasi jenazah korban dari dalam sumur. Pada pukul 12.46 WIB, jenazah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

Setelah jenazah diserahkan, pada pukul 13.01 WIB seluruh unsur SAR gabungan melaksanakan briefing dan evaluasi. Dengan ditemukannya dan dievakuasinya korban, operasi ini pun ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Kapolsek Tanjungjaya, Ipda Hendi Hardiansyah, menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Korban ini murni jatuh karena dari pemeriksaan tak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujarnya, Kamis (13/8/2026). Kendati demikian, pihak keluarga korban dilaporkan menolak dilakukan autopsi dan memilih langsung memakamkan jenazahnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler