Ketahanan Keluarga Jadi Benteng Utama Hadapi Tantangan Zaman

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:25 WIB
Ketahanan Keluarga Jadi Benteng Utama Hadapi Tantangan Zaman

Ketahanan keluarga dinilai menjadi salah satu benteng utama dalam menghadapi perubahan sosial dan tantangan zaman yang semakin kompleks. Peran orang tua dalam pendidikan agama, pembentukan karakter, pengawasan pergaulan, hingga pendampingan anak di era digital tidak bisa digantikan oleh pihak lain.

Hal itu disampaikan Presidium Gerakan Nasional Anti Penyimpangan Seksual (GENAP) sekaligus Ketua Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat (API Jabar), Ustaz Asep Syaripuddin, dalam Kajian Ahad di Masjid Al-Muawanah, Kompleks Perumahan Parmindo, Cimahi, Ahad (9/8/2026). Kajian yang diikuti lebih dari 230 jamaah ikhwan dan akhwat itu mengangkat sejumlah persoalan terkait ketahanan keluarga, pendidikan karakter anak, pergaulan generasi muda, serta tantangan nilai dan moral di tengah perubahan sosial.

Ustaz Asep yang akrab disapa Kang UAS menegaskan, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama sekaligus utama bagi anak. Karena itu, tanggung jawab orang tua tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga mencakup pendidikan agama, pemberian keteladanan, pengawasan pergaulan, serta pendampingan terhadap tumbuh kembang anak.

Dalam tausiyahnya, Kang UAS juga menjelaskan perspektif Islam mengenai hubungan seksual dan batas-batas perilaku yang diperbolehkan menurut syariat. Ia merujuk kisah kaum Nabi Luth AS sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, antara lain QS Al-A'raf ayat 80–84. Menurutnya, ayat-ayat tersebut perlu menjadi bagian dari pendidikan keagamaan untuk memperkuat pemahaman umat mengenai nilai moral, tanggung jawab, serta batasan perilaku dalam Islam.

Ia juga menyampaikan sejumlah hadis yang membahas larangan terhadap perbuatan kaum Nabi Luth. Namun, ia mengingatkan agar persoalan tersebut dipahami melalui ilmu agama dan koridor hukum yang berlaku. Kang UAS menekankan bahwa persoalan sosial dan moral harus dihadapi melalui pendidikan, dakwah, keteladanan, serta mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan kekerasan atau tindakan main hakim sendiri.

Mengisi Kemerdekaan dengan Kegiatan Positif

Memasuki momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kang UAS juga mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif dan mendidik. Ia meminta panitia kegiatan kemerdekaan di berbagai daerah memilih bentuk perlombaan yang mampu memperkuat persaudaraan, gotong royong, sportivitas, kreativitas, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap bangsa.

Menurutnya, kegiatan hiburan juga seharusnya tetap memperhatikan nilai kesopanan dan pendidikan karakter sehingga tidak menjadikan perilaku yang dianggap tidak sesuai sebagai bahan lelucon atau tontonan. "Rayakan kemerdekaan ke-81 dengan kegiatan-kegiatan yang positif, mendidik, mempererat persaudaraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pesannya.

Peran Orang Tua dalam Pendampingan Anak

Perhatian khusus juga diarahkan kepada para orang tua yang memiliki anak usia dini. Kang UAS mengingatkan bahwa derasnya arus informasi membuat orang tua harus semakin aktif mendampingi anak. Mulai dari pemilihan permainan, tontonan, konten digital, hingga lingkungan pertemanan, menurutnya perlu mendapat perhatian serius dari orang tua. Sebab, pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui nasihat. Anak membutuhkan contoh nyata dari orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

"Pendidikan anak harus dimulai dari keluarga. Orang tua harus hadir, memberikan contoh, mengawasi pergaulan, serta mendampingi anak dalam memilih tontonan, permainan dan lingkungan pertemanan," ujarnya. Ia juga mendorong orang tua memilih permainan yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak serta memiliki nilai edukatif.

Kajian Ahad di Masjid Al-Muawanah tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan terhadap generasi muda tidak semata-mata berasal dari lingkungan luar. Lemahnya komunikasi dan pendampingan di dalam keluarga juga dapat menjadi persoalan tersendiri. Keluarga yang memiliki komunikasi baik, pendidikan agama yang kuat, keteladanan orang tua, serta perhatian terhadap perkembangan anak dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tangguh.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags