Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras aksi sebuah booth di festival musik yang memberikan hadiah minuman keras kepada pengunjung yang mampu menghafal ayat Al-Quran. Tindakan itu dinilai melecehkan kesucian kitab suci umat Islam.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, menegaskan bahwa gimik semacam itu merupakan bentuk perendahan martabat Al-Quran. "Membuat gimik membaca Al-Quran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Al-Quran," ujarnya, Selasa (11/8).
Menurut Niam, Al-Quran adalah kalamullah yang sangat dimuliakan, dan membacanya merupakan ibadah bernilai tinggi. Sebaliknya, minuman keras adalah jenis minuman yang secara tegas diharamkan dalam Islam. Menyandingkan ibadah membaca ayat suci dengan hadiah miras, lanjutnya, jelas merendahkan martabat agama.
Ia juga menyoroti bahwa promosi semacam itu melanggar tatanan agama, etika moral, dan hukum yang berlaku. "Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Niam.
Peristiwa ini bermula dari beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seseorang melafalkan ayat Al-Quran di sebuah booth miras dalam festival musik. Dalam narasi yang beredar, booth tersebut menantang pengunjung yang hafal ayat Al-Quran untuk mendapatkan hadiah berupa minuman keras.
Penyelenggara festival musik The Sounds Project pun angkat bicara setelah melakukan penelusuran dan klarifikasi. Mereka mengonfirmasi bahwa kejadian itu terjadi pada 9 Agustus lalu. Dalam pernyataan resminya, panitia menyatakan kemarahan dan kekecewaannya.
"Kami, sebagai penyelenggara acara, turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," demikian pernyataan yang diunggah di akun Instagram @thesoundsproject.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa insiden itu berada di luar arahan, persetujuan, dan kendali mereka. Mereka berjanji tidak akan menoleransi segala bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun.
Artikel Terkait
MUI Kecam Promosi Miras dengan Tantangan Hafalan Al Quran
MUI Kecam Promosi Alkohol dengan Tantangan Hafalan Surah Ad-Duha
Viral Challenge Miras di Festival Musik, Penyelenggara Minta Maaf dan Evaluasi
Andika Kangen Band Dirawat di Rumah Sakit, Posisinya di Panggung Digantikan Praz Teguh