Penjualan Mobil Elektrifikasi Toyota Tumbuh 65 Persen, Capai 28 Ribu Unit

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 05:36 WIB
Penjualan Mobil Elektrifikasi Toyota Tumbuh 65 Persen, Capai 28 Ribu Unit

Penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Toyota, salah satu merek yang bermain di segmen ini, mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini.

Pada Januari hingga Juni 2026, Toyota membukukan penjualan sekitar 28 ribu unit kendaraan elektrifikasi. Angka ini naik 65 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kontribusinya pun cukup besar, mencapai sekitar 21 persen dari total penjualan Toyota di dalam negeri.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Hiroyuki Oide, mengatakan capaian itu menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi semakin tinggi. "Secara komposisi, kontribusi penjualan elektrifikasi kami saat ini sudah mencapai 21 persen dari total penjualan Toyota. Setiap satu dari lima kendaraan Toyota yang terjual di semester I/2026 sudah menggunakan teknologi elektrifikasi," ujarnya.

Oide menambahkan, pertumbuhan ini merupakan implementasi positif dari strategi Multi-Pathway yang dijalankan perusahaan. Cara tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi secara nasional.

Sebagai gambaran, pada 2022 penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia baru sekitar 20 ribu unit atau hanya berkontribusi sekitar 2 persen dari total penjualan kendaraan. Namun, pada Januari-Juni 2026, penjualan kendaraan elektrifikasi telah mencapai sekitar 117 ribu unit atau tumbuh hampir 27 persen.

"Pertumbuhannya tentu didukung banyak aspek, seperti insentif pemerintah, penerimaan masyarakat yang meningkat, serta kehadiran banyak brand baru, beberapa bahkan datang dengan fokus yang spesifik pada satu teknologi," lanjut Oide.

Elektrifikasi Dorong Penjualan Toyota

Kendaraan elektrifikasi kini berperan besar dalam penjualan Toyota secara keseluruhan. Perusahaan mencatat total penjualan 133 ribu unit sepanjang Januari-Juni 2026 dengan pangsa pasar 30,7 persen. Dari jumlah tersebut, sekitar 28 ribu unit merupakan kendaraan elektrifikasi.

Catatan positif itu ikut merambat dalam penjualan Toyota secara global. Pada Januari-Mei 2026, perusahaan membukukan penjualan sekitar 4,1 juta unit. Dari total penjualan itu, sekitar 2,2 juta unit atau 53 persen merupakan kendaraan elektrifikasi.

Capaian ini membuat Toyota masih kokoh sebagai produsen otomotif dengan penjualan terbanyak di dunia selama enam tahun berturut-turut.

Strategi Multi-Pathway

Beragamnya opsi teknologi kendaraan di pasar menjadi salah satu alasan Toyota tidak mengganti strategi Multi-Pathway. Pendekatan ini dipilih sebab kebutuhan konsumen Indonesia berbeda-beda dan tidak bisa dipenuhi hanya oleh satu jenis teknologi.

Marketing Director PT TAM, Bansar Maduma, menuturkan bahwa respons positif masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi menjadi sinyal bagi Toyota untuk terus memperluas pilihan teknologi yang tersedia.

"Elektrifikasi bukan satu ukuran untuk semua. Informasi ini juga kami dapatkan dari jaringan Toyota yang tersebar di Indonesia. Mereka bilang Indonesia bukan hanya Jawa, apa yang sesuai ke Jawa belum tentu bisa diaplikasikan ke wilayah lain," terangnya.

Menurut Bansar, setiap teknologi punya keunggulan masing-masing sehingga Toyota memilih menyediakan beragam pilihan sesuai kebutuhan konsumen. Ia bilang strategi itu tidak hanya berhenti pada produk. Perusahaan juga menyiapkan layanan pendukung agar teknologi yang ditawarkan bisa digunakan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Karena pada akhirnya yang paling penting bukan teknologinya, tetapi bagaimana teknologi, produk dan pelayanan yang diberikan benar-benar relevan dan bisa memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia," tutup Bansar.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags