Psikolog klinis Ratih Ibrahim mengingatkan bahwa perilaku di media sosial mencerminkan karakter, nilai, dan integritas seseorang. Pernyataan ini disampaikan menanggapi viralnya unggahan yang memperlihatkan tenaga kesehatan diduga merundung seorang pasien.
Ratih, yang merupakan lulusan Universitas Indonesia dan Direktur Personal Growth, menegaskan bahwa media sosial bukan ruang bebas tanggung jawab. Menurutnya, setiap unggahan harus mencerminkan etika, terutama bagi tenaga kesehatan yang profesinya bergantung pada kepercayaan masyarakat.
"Media sosial itu memang sebuah ruang untuk berekspresi. Tapi media sosial bukan ruang yang bebas dari tanggung jawab. Setiap unggahan mencerminkan karakter, nilai, dan integritas seseorang," kata Ratih saat dihubungi ANTARA, Ahad (09/08/2026).
Ia menekankan bahwa etika profesional tidak berhenti saat jam kerja selesai. Nilai-nilai seperti empati, menghormati martabat pasien, serta menjaga kerahasiaan dan profesionalisme harus tetap dijaga di ruang digital.
"Menjaga empati, menghormati martabat pasien, serta menjaga kerahasiaan dan profesionalisme merupakan fondasi yang tidak boleh ditinggalkan," ujarnya.
Ratih juga mengingatkan tenaga kesehatan untuk tetap menghormati pasien ketika menggunakan media sosial, termasuk dalam situasi yang memicu emosi atau tekanan pekerjaan. Ia pun mengajak masyarakat umum agar tidak melupakan bahwa di balik setiap akun ada manusia dengan perasaan dan martabat.
"Di balik setiap akun media sosial ada manusia yang memiliki perasaan dan martabat," ucapnya.
Sebagai langkah preventif, Ratih menyarankan setiap orang mempertimbangkan tiga hal sebelum mengunggah atau berkomentar: memastikan kebenaran informasi, menimbang urgensi penyampaian, dan memastikan cara penyampaian tetap menghormati orang lain.
"Sebelum mengunggah atau berkomentar, tanyakan pada diri sendiri, 'Apakah ini benar? Apakah ini perlu? Apakah ini disampaikan dengan cara yang menghormati orang lain?'" ujar Ratih.
Jika ketiga pertanyaan itu belum bisa dijawab dengan yakin, ia menyarankan untuk menahan diri sejenak sebelum berinteraksi di media sosial.
Artikel Terkait
Media Sosial Mengubah Pola Komunikasi Masyarakat, Begini Dampaknya
Prabowo Dikritik Netizen: Pernyataan Lama Soal Bicara di TV Kembali Dipertanyakan
Kontroversi Pidato Prabowo: Strategi atau Kekeliruan?
Karnaval 17 Agustus Viral di Media Sosial, Warganet: Kekurangannya Cuma Belum Ada yang Ngupas Bawang